Penindakan Hukum Pembatasan Sosial Berskala Besar Di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan mulai diterapkan pada Jumat (10/4) mendatang. Anies menyinggung perbedaan Jakarta sebelum dan setelah PSBB diterapkan, guna memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

Anies menjelaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan PSBB selama kurun waktu tiga pekan belakangan, namun perbedaannya saat itu tidak ada peraturan mengikat bagi warga Jakarta. “Cuma bedanya kalau kemarin kita tidak ada peraturan yang mengikat, kalau sekarang kita bisa menegakkan peraturan,” kata Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/4) malam.

Anies menegaskan, aparat penegak hukum akan melakukan penertiban dan mengambil tindakan tegas terhadap warga yang melanggar aturan PSBB. Aparat penegak hukum gabungan akan meningkatkan patroli guna memastikan seluruh lapisan masyarakat mentaati aturan PSBB.

Anies menyebutkan, Pemprov DKI beserta jajaran penegak hukum dari unsur TNI dan Polri tidak akan membiarkan masyarakat melakukan kegiatan yang berpotensi terjadipenyebaran Covid-19. “Ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa tapi untuk kepentingan kita semua. Kalau kita mentaati Insya Allah penyebaran Covid-19 bisa kendalikan,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu.

Anies mengungkapkan, pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) DKI Jakarta sedang menyusun komponen aturan yang akan disosialisasikan kepada masyarakat pada 8-9 April 2020. Anies menekankan seluruh komponen maupun lapisan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya bersama-sama meningkatkan keselamatan dan kedisiplinan menjaga jarak serta mengurangi interaksi guna memutus wabah virus corona.

Rencananya, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan penegakkan hukum terhadap aturan PSBB selama 14 hari mulai Jumat (10/4) mendatang. Setelah 14 hari, Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi memperpanjang masa PSBB atau tidak. Hal itu sesuai perkembangan data jumlah orang terpapar Covid-19.

Transportasi Umum Dibatasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatur kebijakan untuk transportasi umum selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dimulai Jumat (10/4). Di antaranya adalah setiap kendaraan umum maksimal mengangkut 50 persen penumpang per angkutan.

“Jumlah penumpang kendaraan akan dibatasi, cukup 50 persen penumpang, bisa ditegakkan di lapangan langsung,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4).

Aturan tersebut sehubungan dengan penerapan  yang akan disosialisasikan pada Rabu (8/4) dan Kamis (9/4) dalam percepatan penanganan Covid-19. Penerapan PSSB akan dimulai pada Jumat (10/4) dan berlangsung selama dua minggu atau dapat diperpanjang.

Selain pembatasan jumlah penumpang, Anies memberlakukan pembatasan jam operasional transportasi publik Jakarta, yakni pukul 06.00-18.00 WIB. Anies Baswedan akan menghukum bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang melanggar aturan PSBB.

You might also like