Tersiar Kabar jika Pencairan Anggaran Proyek Jalan BPTP Diintervensi, Kajari Bangka: Biasanya sang Intelektual akan Terungkap di Persidangan

 

“Belum ada, kalau ada intervensi dari sang intelektual untuk pencairan anggaran biasanya akan terungkap di persidangan,”

Meskipun Hermanto masih tetap menyandang status tersangka tunggal hingga saat ini pihak Kejari Bangka masih terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan tipikor ini guna menggali adanya keikutsertaan pihak terkait lainnya.

Pihak-pihak terkait seperti KPA, PPK, PPTK dan Bendahara serta Pokja sampai saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan dalam kasus dugaan Tipikor tersebut.

” Pengembangan penyidikan semuanya masih digali kalau bicara kemungkinan saya pikir sudah pasti semuanya terlibat tetapi apakah keterlibatan itu dalam tindak pidana ataukah hanya sekedar kesalahan admistrasi negara,” kata Kajari Bangka Jefri Huwea kepada sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forwaka Babel di ruang kerjanya, Senin (23/3).

Diakui Jeffry bahwasanya hingga saat ini pihaknya memang baru menetapkan satu orang tersangka yang bertanggung jawab atas terjadinya tipikor berdasarkan mans reanya (niat jahat, red) dalam proyek rehabilitasi jalan utama BPTP tahun 2019.

“Masih satu orang tersangkanya, Hermanto namun tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka baru, kita lihat saja pengembangan penyidikan yang saat ini masih terus kita gali guna mengungkap keikutsertaan yang lain,” ujar Jefry.

Mantan Kajari Sorong ini menegaskan, bahwa dalam penetapan tersangka tipikor proyek jalan BPTP ini pihaknya tidak main-main dengan langsung melakukan penahanan yang disertai dengan penyitaan kendaraan roda empat milik tersangka Hermanto.

” Saya katakan ke penyidik si tersangka ini segera ditahan dan kalau tersangkanya naik mobil ke sini (kantor Kejari, red) maka mobilnya itu disita,” tandasnya.

Disinggung soal adanya kabar intervensi oleh sang intelektual dalam pencairan anggaran proyek tersebut? Jeffry mengatakan dirinya belum mendapat laporan dari penyidik namun hal tersebut akan terungkap di persidangan jika tersangka atau pun saksi bernyanyi.

“Belum ada, kalau ada intervensi dari sang intelektual untuk pencairan anggaran biasanya akan terungkap di persidangan. Tersangka atau saksi di persidangan akan bernyanyi. Kalau dalam pemeriksaan di penyidik, tersangka atau saksi ini belum mau mengungkapnya,” beber Jaffry.

Jika saja nanti dalam persidangan si tersangka atau pun saksi memang benar mengungkap adanya intervensi dari sang intelektual, apakah pihak Kejari juga akan menyeret sang intelektual tersebut?
Jaffry kembali menegaskan jika memang hal itu terungkap dalam persidangan maka pihaknya juga akan membawa sang intelektual tersebut ke meja hijau.
“Dalam pemberantasan korupsi, kita tidak main-main. Kalau terungkap diintervensi oleh sang intelektual di persidangan, maka akan kita seret juga. Siapa pun orangnya,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya sempat beredar kabar jika pencairan anggaran pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan utama BPTP senilai 1 milyar tahun anggaran 2019 ini dicairkan PPK dan KPA lantaran adanya intervensi dari sang intelektual yang disebut-sebut hubungannya dekat dengan tersangka Hermanto. Namun sayangnya pihak PPK dan KPA hingga berita ini diturunkan FKB belum berhasil mendapatkan konfirmasinya terkait kebenaran kabar tersebut.

Akankah kabar adanya intervensi sang intelektual tersebut diungkap di persidangan nanti? Menarik untuk ditunggu! (rom)

 

You might also like