48 Meninggal Karena Corona, 3 Dokter Juga Jadi Korban

Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 64 kasus menjadi 514 orang. Jumlah angka kematian juga bertambah 10 orang menjadi 48.

“Ada penambahan kasus yang sembuh, sudah dua kali dites hasilnya negatif sebanyak sembilan orang, menjadi 29 orang,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Ahad (22/3).

Penambahan sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40), Jawa Barat (4), Jawa Tengah (1), Jawa Timur (15), Kalimantan Selatan (1), Maluku (1), dan yang terbaru adalah Papua (2).

Dia menambahkan data tersebut sudah diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk kemudian dilanjutkan ke rumah sakit, untuk lanjutan layanan rumah sakit. Kemudian diberikan kepada dinas setempat untuk kepentingan penelusuran kontak.

“Informasi ini sudah dilaporkan kepada masing-masing kepala daerah,” kata Yuri.

Yuri juga mengingatkan pentingnya melakukan pembatasan sosial berbasis komunitas. Pemerintah berharap masyarakat saling mengingatkan dan mengawasi.

Beberapa pembelajaran baik sudah didapatkan dari beberapa kasus. Pemerintah juga sedang menyiapkan rumah sakit tambahan, “screening” tes dengan menggunakan rapid test. Obat-obatan yang akan digunakan sudah dimiliki.

“Namun sekali lagi, obat-obatan ini atas resep dokter, atas indikasi yang diberikan oleh dokter. Tidak dibenarkan untuk disimpan sendiri dan diminum dalam rangka pencegahan. Karena upaya pencegahan dilakukan dengan minum obat tertentu,” jelas dia.

Dia mengingatkan upaya membatasi kontak adalah cara pencegahan terbaik. Kemudian menjaga imunitas diri agar tetap sehat dan melakukan aktivitas di rumah

 

Tiga Dokter Meninggal

Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membenarkan tiga dokter mengembuskan napas terakhir akibat terserang virus novel corona (Covid-19) usai menangani pasien yang positif terinfeksi virus itu. Karena itu, IDI meminta kebutuhan alat pelindung diri (APD) segera dipenuhi.

“Iya benar, tiga dokter yang meninggal dunia yaitu dokter spesialis saraf Hadio Ali Khazatsin, spesialis bedah Djoko Judodjoko, dan spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) Adi Mirsa Putra,” ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih saat dihubungi wartawan Minggu  (23/3).

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sesama dokter, tiga tenaga medis ini tertular Covid-19 usai merawat pasiennya.

Sayangnya, dia melanjutkan, IDI belum mendapatkan informasi resmi dari pemerintah. Bahkan, dia melanjutkan, permintaan APD yang telah dikeluhkan dan diutarakan IDI hingga kini belum dipenuhi pemerintah.

“Belum. Kami sangat memohon untuk segera terpenuhi,” katanya.

Dia menegaskan, APD ini penting untuk segera dipenuhi karena untuk keamanan dan perlindungan dokter. Sehingga diharapkan tidak ada lagi korban meninggal karena tidak menggunakan APD yang memadai usai menangani pasien.

Sebelumnya tiga dokter dikabarkan mengembuskan napas terakhir akibat terinfeksi Covid-19.  Mereka diduga terinfeksi Corona dari pasien yang dirawatnya. Ketiganya sempat menjalani perawatan di rumah sakit, tapi nyawa mereka tak dapat diselamatkan.

You might also like