Saksi dan Ahli Tak Hadir, Sidang Kasus Karhutla Air Anyir Ditunda Kamis Mendatang

PANGKALPINANG, Forumkeadilan.com – Sidang perkara dugaan pembakaran lahan dan hutan (karhutla) dengan terdakwa Abdullah alias Dul Ketem (pengusaha asal Merawang)  dan Herman dengan agenda pemeriksaan saksi dan mendengarkan keterangan ahli yang sejatinya akan digelar hari ini.

Dalam pantauan forumkeadilan.com, tidak sedikit wartawan sedari pagi sudah menunggu di gedung PN Sungailiat guna meliput jalannya sidang perkara kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Air Anyir Merawang Kabupaten Bangka Provinsi Kep. Babel dengan terdakwa Abdullah als Dul Ketem dan Herman yang memang sangat menarik untuk diikuti,  Kamis (27/2).

Sayangnya sidang ini ditunda hingga Kamis mendatang, (5/3/2020) lantaran saksi ahlinya tidak hadir.

Dua saksi yang rencananya dihadirkan adalah Ujang Supriyaman dan  Kades Air Anyer, Syamsul Bahari serta ahli dari Dinas Kehutanan, Heru Sri Widodo namun berhalangan hadir.

Demikian disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka, Pengky Irawan SH MH kepada Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Babel di Pengadilan Negeri (PN), Kamis (27/2/2020).

” Sejatinya hari ini, namun karena saksi tidak datang maka sidang ditunda Kamis mendatang dengan agenda masih mendengarkan keterangan 2 saksi ahli dan kades Air Anyer. Saksi ahli dikonfirmasikan berhalangan hadir dikarenakan sedang mengikuti Diklat,” ujar Pengky.

Sementara itu, Humas PN Sungailiat, Arief Kadarmo SH, MH membenarkan jika sidang perkara karhutla Dul Ketem ditunda.
” Saksinya tidak hadir, ditunda Kamis tanggal 5 Maret acaranya saksi dan ahli. Karna ahlinya masih diklat, ahli mohon penundaan seminggu,” jelasnya.

Dalam sidang sebelumnya, JPU Kejari Bangka Pengki Indra SH MH menghadirkan saksi fakta sekaligus pelapor di Polres Bangka yakni Ipda Cecep Setiadi (Kanit Reskrim Polsek Merawang).

Dalam sidang terungkap, saksi fakta membeberkan jika dari hasil interogasi didapatkan kalau terdakwa Abdullah alias Dul Ketem yang menyuruh membakar lahan kebunnya.

” Di dalam pondok saya langsung mengintrogasi saudara David dan Herman. Saya katakan lahan ini punya siapa ? Lalu dijawab terdakwa Herman, lahan milik H Abdullah alias Dul Ketem. Siapa yang memerintahkan untuk merobohkan kayu ? Dijawab juga saat itu terdakwa Abdullah.
Kemudian, saya tanya lagi siapa yang menyuruh membakar ? Dijawab juga terdakwa Abdullah,” ungkap Cecep di persidangan.

Diberitakan sebelumnya soal penangkapan pengusaha asal Kecamatan Merawang, Abdullah alias Dul Ketam dan Herman. Keduanya dituding membakar hutan atau membuka lahan di kawasan hutan.

Terkait penangkapan dan penetapannya sebagai tersangka, Dul Ketam dan Herman kemudian mempraperadilkan Kapolres Bangka dan penyidik.

Namun di penghujung sidang praperadilan, Dul Ketam dan Herman menarik permohonan praperadilannya.

(rom)

You might also like