Mengejar Terminal Empat

Bandara Soekarno Hatta akan semakin lengkap dan besar dengan rencana dibangunnya terminal 4. Pelayanan akan menggunakan robot.

Semangat Presiden Joko Widodo untuk membangun infrastruktur memang tak main-main. Terutama, infrastruktur terkait dengan mobilitas manusia dan juga barang. Salah satu yang dikerjar oleh presiden yang disapa Jokowi ini adalah pembangunan di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Ketika Jokowi meninjau proyek landasan pacu (runway) ketiga di terminal 3 dia meminta Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura II segera membangun Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, Banten. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Jokowi kepada Menhub Budi Karya Sumadi dan Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

“Sekaligus juga saya sudah perintahkan kepada Menhub, Dirut AP II, untuk juga menyiapkan terminal yang keempat,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pembangunan terminal 4 harus direncanakan lebih awal. Sebab, pertumbuhan penumpang meningkat 9 persen setiap tahunnya. Saat ini, setidaknya ada 63 juta penumpang yang terbang lewat Bandara Soekarno-Hatta tiap tahunnya. Namun, pada 2025, jumlahnya diperkirakan meningkat sampai lebih dari 100 juta penumpang. “Jadi kalau terminal ini tidak juga segera dipersiapkan, kita juga akan kedodoran lagi,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini pembangunan terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta masih dalam proses detail engineering. Adapun pembangunan akan dimulai pada 2020. Lokasinya di eks lapangan golf Soewarna. “Memang sudah tidak ada kesempatan lagi. Begitu direncanakan, desain langsung dikerjakan. Kurang lebih 2020 akan dimulai dan tadi langsung saya perintahkan juga. Disiapkan dan dimulai,” kata dia.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (tangerangonline.id)

Jokowi mengatakan, pembangunan Terminal 4 ini diprediksi akan menelan anggaran Rp 11 triliun. Pemerintah akan menggandeng swasta untuk mewujudkan proyek ini. “Kita berusaha di dalam setiap pembangunan selalu menggandeng privat sektor. Dari sektor swasta. Tapi ya terserah, ini B2B (Business to Business) Angkasa Pura II dengan siapa, terserah Angkasa Pura II,” kata Jokowi.

Perintah itu kembali diingatkan Jokowi di penghujung Januari lalu. “Tadi saya tanyakan lagi (AP II) karena sudah pernah saya perintahkan setahun yang lalu, untuk membangun segera lagi terminal yang ke 4,” kata Jokowi di Bandara Soetta, Tangerang.

Terkait itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, pembangunan terminal 4 akan dimulai 2021. “Kami mulai persiapan konstruksi maupun pembangunan awal (terminal 4 Soekarno-Hatta) di 2021,” kata Awaluddin di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Saat ini terminal 4 sedang dalam tahap desain. Proses desain terminal 4 ditargetkan selesai akhir tahun ini. “Fokus kami tahun ini mempercepat desain terminal 4. Saya akan pastikan bahwa di akhir 2020 desain gedung terminal 4 harus sudah selesai,” terangnya.

Untuk diketahui, perumusan desain terminal 4 dilakukan oleh PT Angkasa Pura sendiri bersama KSO Karya Bersama Nusantara, yang terdiri dari PT Bina Karya, Yooshin Engineering Corporation, PT LAPI Divusi.

Perumusan desain Terminal 4 juga mengakomodir masukan dari berbagai stakeholder seperti misalnya regulator, maskapai, dan pihak pendukung operasional bandara lainnya melalui sejumlah kegiatan misalnya focus group discussion (FGD). Pembangunan terminal 4 sendiri akan mengarah ke advanced technology dengan konsep smart environment, smart mobility dan smart security.

Dia melanjutkan, perancangan desain terminal 4 sendiri memakan waktu 12 bulan. Setelah proses perancangan desain selesai, maka akan masuk tahap lelang tender yang tenggat waktunya mencapai 6 bulan. “Sehingga kalau 12 bulan design, 6 bulan tender itu, kan, sudah masuk tahun 2021, lalu kita bisa mulai konstruksi. Presiden mintanya 3 tahun, jadi, 2024 diharapkan bisa selesai. Konstruksi juga, kan, ada persiapan seperti demolish gedung, land clearing dan lain sebagainya,” tuturnya.

Menurut Awaluddin terminal 4 Bandara Soetta bakal menjadi terminal terbesar di Indonesia. Terminal ini akan berdiri di atas lahan seluas 120 hektare dengan kapasitas mencapai 45 juta penumpang per tahun. “Terminal akan kami maksimalkan untuk gedung terminal terbesar di Indonesia untuk pergerakan penumpang 40-45 juta penumpang per tahun,” ucapnya.

“Secara umum kapasitas terminal akan dimaksimalkan karena itu lahan terakhir kita. Sehingga kalau ditanya idealnya, kapasitasnya bisa 45 juta penumpang per tahun. Bandingkan terminal 3 saja hanya 25 juta. Dengan luasan yang hampir sama, kapasitasnya hampir 2 kali lipat. Ini butuh kejelian bagaimana kapasitas itu bisa bikin nyaman,” ungkapnya

Perancangan terminal 4 Bandara Soekarno Hatta memerlukan waktu 12 bulan hingga siap konstruksi. Mengingat, kolaborasi antara operator bandara dengan stakeholder yang lain membutuhkan diskusi yang panjang.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (tangerangonline.id)

“Tidak bisa diselesaikan sendiri, bagaimana tanggapan operator maskapai, dari pihak bea cukai, imigrasi, karantina. Bagaimana maskapai melihat kebutuhan ini, apakah prioritas Low Cost Carrier (LCC) atau full service carier, atau mereka memberi informasi dalam 5-10 tahun atau 5-20 tahun ke depan industri transportasi udara yang akan didorong maskapai seperti apa. Belum lagi dari penumpang, pemerhati layanan udara dan lainnya,” ujarnya.

Bagaimana dengan investasinya? “Kami perkirakan kisaran investasi, dengan kondisi kita akan mulai bangun dua tahun lagi ditambah kondisi dolar itu sangat menentukan sebagian bahan baku, tidak kurang kisaran Rp11 triliun,” kata Awaluddin .

Awaluddin mengatakan, rencananya Terminal 4 ini didesain untuk melayani penerbangan full service, dengan demikian tidak diperuntukkan untuk maskapai berbiaya murah (LCC). Dengan demikian Bandara Soetta akan memiliki dua terminal full service yaitu Terminal 3 dan Terminal 4.

Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, khususnya runway ketiga, membutuhkan investasi sekitar Rp2 triliun. Pembangunan runway juga membutuhkan luas lahan mencapai 216 hektare.

Dari kebutuhan lahan tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut telah memiliki tanah seluas 42,85 hektare, sehingga diperlukan pembebasan tanah seluas 173,19 hektare yang dibiayai dengan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4 triliun.

Hal menarik yang membuat Terminal 4 berbeda dari terminal pendahulu adalah akan ada pelayanan menggunakan teknologi berbasis robot. Alasannya lantaran terminal ini merupakan yang terbesar dibanding tiga terminal lain.

Awaluddin menyebutkan inovasi teknologi yang akan dilakukan diantaranya melalui pemanfaatan artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan), internet of things (IoT), big data analytics, roboting, automation, virtual reality (VR) hingga augmented reality (AR).

“Melalui pengembangan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Angkasa Pura II akan ikut mendorong kinerja sektor kebandarudaraan dan industri penerbangan nasional ke level yang lebih tinggi dari sekarang, tidak berkutat di hal-hal konvensional. Kita ingin mewujudkan era baru berbasis infrastruktur digital di pelayanan kebandarudaraan,” ujarnya.

Awaluddin menambahkan, konsep smart environment harus disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dan tidak harus meniru mentah apa yang diterapkan di luar negeri. Sementara itu, terkait smart mobility, Terminal 4 banyak menyediakan self-check in counter, self baggage drop, serta mendukung teknologi lain seperti mobile check-in dan fasilitas lainnya sesuai dengan tren traveler saat ini.

Terkait dengan smart security, Terminal 4 akan mengimplementasikan smart CCTV serta full body scanner X-ray dan peralatan keamanan terkini lainnya. Awaluddin juga menekankan, pembangunan Terminal 4 harus mudah dan siap mengakomodir infrastruktur teknologi informasi terkini dan mengantisipasi dinamisnya perkembangan teknologi ke depannya.

“Setiap teknologi harus dengan mudah dan murah digunakan supaya Terminal 4 dapat mengakomodir kebutuhan traveler dan beroperasi secara efektif,” ucap dia. IIEN SOEPOMO

Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta. (upload.wikimedia.org)

Revitalisasi Terminal 1, 2, dan 3

Selain membangun terminal 4, Angkasa Pura II juga sedang fokus merevitalisasi terminal yang telah ada agar dapat menampung pengunjung dalam jumlah besar. Nantinya, setelah seluruh perbaikan selesai, pada 2025 bandara terbesar di Indonesia ini diprediksi bisa menampung hingga 110 juga penumpang per tahunnya.

“Terminal 4 nanti bisa nampung sekitar 45 juta penumpang. Artinya kalau di sana 45 juta, di sini (terminal 3) 25 juta terus ditambah dengan terminal 1 yg akan direvitalisasi jadi 18 juta, kemudian terminal 2 yg akan direvitalisasi jadi 20 juta, jadi di atas 100 juta,” ujar Awaluddin.

Ketika proses revitalisasi terminal 1 dan 2 sudah berjalan, terminal 3 sudah beroperasi secara maksimal dan pembangunan terminal 4 sudah rampung, Bandara Soekarno Hatta bisa menampung 110 juta penumpang per tahun lima tahun mendatang.

Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani penerbangan untuk Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama sesuai dengan nama dwitunggal tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta, yang sekaligus merupakan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pertama. Nama populer dalam masyarakat adalah Bandara Cengkareng oleh karena berdekatan dengan wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, meskipun secara geografis berada di Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Bandara ini mulai beroperasi pada tanggal 1 Mei 1985, menggantikan Bandar Udara Kemayoran (penerbangan domestik) di Jakarta Pusat, dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Bandar Udara Kemayoran telah ditutup, sementara Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma masih beroperasi, melayani penerbangan charter dan militer. Terminal 2 dibuka pada tanggal 11 Mei 1992.

Soekarno-Hatta memiliki luas 18 km², memiliki 2 landasan paralel yang dipisahkan oleh 2 taxiway sepanjang 2,4 km. Terdapat dua bangunan terminal utama: Terminal 1 untuk semua penerbangan domestik kecuali penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Terminal 2 melayani semua penerbangan internasional kecuali penerbangan Garuda Indonesia.

Terminal 1 adalah terminal pertama yang dibangun, selesai pada tahun 1985. Terletak di sisi selatan bandara, di seberang Terminal 2. Terminal 1 memiliki 3 sub-terminal, masing-masing dilengkapi dengan 25 loket check-in, 5 loket bagasi dan 7 Gerbang.

You might also like