Dalam Kasus Suap Kader PDIP, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kian Tersudut

Advokat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Donny Tri Istiqomah membantah pernah melakukan komunikasi dengan caleg PDIP yang hingga kini masih buron, Harun Masiku terkait permintaan kekurangan uang. Pernyataan itu disampaikan Donny usai menjalani pemeriksaan terkait kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (12/2).

“Saya tidak pernah komunikasi dengan pak Harun itu masalahnya. Saya hanya pada urusan bagaimana saya menyusun langkah-langkah hukum,” terangnya

Namun, ia tak memungkiri pernah mendapatkan titipan uang Rp 400 juta dari staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi yang berasal dari Harun Masiku.  Uang tersebut merupakan titipan untuk Saeful yang juga merupakan politikus PDIP dan mantan staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Saya sudah kasih keterangan ke penyidik, memang saya dapat titipan uang Rp 400 juta dari mas Kusnadi, mas Kusnadi sudah terkonfirmasi dari pak Harun duitnya,” terangnya.

“Jadi begini intinya, pernah mas Kusnadi nitip uang untuk pak Saeful ke saya. Dan kan sudah terkonfirmasi juga bahwa uang yang dari mas Kusnadi yang dititipkan ke saya untuk pak Saeful itu dari pak Harun,” katanya menegasknya kemabli.

Saat ditanyakan apakah ada uang yang berasal dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam titipan tersebut, Donny langsung membantahnya.”Oh saya tidak ada, tidak mungkin lah Sekjen digempol-gempol bawa uang kan?,” ucapnya.

Terkait hubungannya dengan Wahyu Setiawan, Donny mengaku tak kenal. Namun, ia tak memungkiri pernah melakukan komunikasi dengan Donny.

“Kalau pak Wahyu saya tidak tahu, kalau saya sendiri sebatas komunikasi saya sebagai kuasa hukum DPP partai saja. Lebih banyak kepada tugas saya sebagai advokat saja,” kata Donny

Diketahui, Donny termasuk satu di antara delapan orang yang diamankan tim KPK saat operasi tangkap tangan. Namun, ia dibebaskan lantaran KPK belum menemukan bukti yang cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka.

Desakan penetapan tersangka untuk Donny pun dilakukan  Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). MAKI  mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan mendesak agar KPK menetapkan Donny dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan tiga tersangka lainnya. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta.

 

Tersangka Mengaku Kenal Hasto

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dalam penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR pada Rabu (5/2). Seusai diperiksa, Wahyu mengaku dicecar oleh penyidik soal sosok serta hubungannya dengan Harun Masiku.

Tak hanya itu, Wahyu mengaku penyidik KPK  juga mendalami sosok Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.

“Hari ini saya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pak Harun Masiku saya ditanya banyak sekali terkait apakah saya kenal dengan Pak Harun Masiku atau tidak, kenal dengan Pak Hasto atau tidak,” ungkap Wahyu di Gedung KPK Jakarta, Rabu (5/2).

Wahyu menuturkan, dirinya sama sekali tidak mengenal sosok Harun Masiku dan justru lebih mengenal sosok Hasto Kristiyanto. “Ya saya jawab apa adanya bahwa saya tidak kenal Pak Harun Masiku dan saya mengenal Pak Hasto,” ucapnya.

Menurut Wahyu, ada sekitar 20 pertanyaan yang dicecar penyidik KPK terhada Wahyu Setiawan pada pemeriksaan kali ini. Namun, kata Wahyu, yang paling ditekankan penyidik pada pemeriksaan kali ini yaitu soal sosok Harun Masiku dan Hasto Krsitiyanto.

“Ada 20-an pertanyaan, tapi intinya itu. Saya memang tidak kenal (Harun Masiku), enggak pernah ketemu, enggak pernah komunikasi,” tegasnya.

Tersangka lainnya, Saeful yang juga menjalani pemeriksaan tambahan mengaku diperiksa untuk Wahyu Setiawan. Penyidik, kata Saeful, menanyakan lebih rinci ihwal kronologis peristiwa. Ia juga mengaku mendapatkan uang guna menyuap Wahyu dari Harun Masiku.

“Sumber dana dari Pak Harun. Semua dari Pak Harun,” ucapnya.

Plt Jubir KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, dua saksi Wahyu dan Saeful dicecar terkait sumber dana suap kepada Wahyu, penyidik mendalami sumber penerimaan uang dari Harun Masiku dan Saeful. Sementara kepada Saeful, penyidik mencecar terkait pemberian uang kepada Wahyu.

“Keterangannya masih seputar tentang pemberian dan penerimaan uang,” ucap Ali

Ihwal pertanyaan kedekatan Wahyu dan Hasto, Ali menegaskan, bahwa setiap pertanyaan terkait dengan fakta-fakta. Namun, Ali tak mau merinci lebih lanjut terkait materi pemeriksaannya

“Materi dari pemeriksaan kedekatan dari siapa para tersangka ini kemudian materi yang seperti apa tentunya tidak bisa kami sampaikan ya,” kata dia.

“Nanti teman-teman dan masyarakat bisa melihatnya ketika perkara ini akan dilimpahkan di pengadilan, karena saya kira tidak terlalu lama karena penahanan untuk pemberi juga ada batasannya, sehingga nanti ketika sudah persidangan nanti bisa diikuti bersama fakta-fakta berdasarkan berita acara pemeriksaan dari seluruh saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan,” tambahnya

You might also like