Takut Dicerai, Istri Sewa Pembunuh Habisi Hakim Medan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol), Argo Yuwono,  menyebut ada motif sakit hati yang dirasakan oleh pelaku yang merupakan istri korban Zuraida Hanum (41) pada kasus pembunuhan terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Jamaluddin.

“Ya motif dari pelaku yaitu istrinya karena hubungan rumah tangga mereka retak dan sakit hati karena mau cerai. Pelaku dikenakan pasal 340 KUHP yaitu tentang pembunuhan berencana,” katanya saat dihubungiwartawan  Rabu (8/1/2020)

Sebelumnya diketahui, Tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan berhasil mengungkap para pelaku pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin. Pelaku pembunuhan tersebut, yakni ZH (41) JF (42) dan RF (29). Satu dari tiga pelaku merupakan istri korban yang juga merupakan otak pembunuhan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumut, Rabu (8/1), mengatakan  pembunuhan dilatarbelakangi oleh permasalahan rumah tangga. Kemudian pelaku ZH menyewa JF dan RF untuk membunuh korban.

Dia mengatakan, otak pelaku pembunuhan adalah istri korban. “Motif dari pembunuhan itu adalah masalah rumah tangga, karena antara korban dengan tersangka ZH sering terjadi cekcok,” kata Martuani.

Kapolda mengatakan peristiwa pembunuhan terjadi pada Jumat (29/11/2019) dini hari. Saat itu korban berada di rumahnya di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B Nomor 22, Medan, Sumatra Utara.

Psikolog yang juga Direktur Minauli Consulting Medan Dra Irna Minauli MSi mengatakan, kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang istri terhadap suaminya biasanya disebabkan cemburu karena kehadiran perempuan lain. “Akan tetapi umumnya perempuan tidak berani melakukan pembunuhan secara langsung, sehingga mereka sering menyuruh orang lain untuk membantunya,” kata Minauli, di Medan, Rabu (8/1).

Saat masih mesra dan suami yang tewas

Sewa Pembunuh Bayaran

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar mengatakan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin tewas dengan cara dibekap dengan bed cover dan sarung bantal. Adapun tersangka pembunuhan tersebut, yakni JP, RF dan ZH.

Satu dari tiga tersangka tersebut, ZH, merupakan istri korban. Dia adalah otak pembunuhan.

Martuani menjelaskan pembunuhan tersebut merupakan pembunuhan berencana. Berawal dari permasalahan rumah tangga, tersangka ZH kemudian menyewa JP dan RF untuk membunuh korban.

Korban dibunuh dengan cara dibekap bed cover dan sarung bantal di rumahnya di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B Nomor 22, Medan, Sumatra Utara pada Jumat (29/11/2019) dini hari. “Pembunuhnya cukup bagus, tanpa alat bukti dan kekerasan. Korban tewas karena dibekap sehingga kehabisan nafas. Ini terbukti hasil forensik, diduga meninggal karena lemas,” katanya dalam Konferensi Pers di Mapolda Sumut, Rabu (8/1).

Mengenai bayaran terhadap tersangka JP dan RF, Kapolda mengaku hingga saat ini tim penyidik masih mendalami kasus tersebut. “Saat ini tim penyidik masih mendalami kasus ini. Mohon dukungan dari rekan-rekan media, kami masih perlu untuk pembuktiannya,” ujarnya.

Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2019). Korban yang merupakan Hakim dan juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

You might also like