Polda Jawa Timur Tetapkan Dua Tersangka Penipuan Investasi Online

Dua tersangka yang kembali ditetapkan oleh Subdit Indagsi Kriminal khusus Polda Jatim dalam kasus penipuan investasi ilegal dengan menggunakan aplikasi MeMiles.

Dalam jumpa pers yang dilakukan Polda Jatim, dua tersangka yaitu Martin Luisa alias Dr  Eva , (54), merupakan Master marketing Memiles dan Prima Hendika S.Kom, (22), merupakan Kepala IT PT. KAM AND KAM angkat bicara.

Untuk Dr Eva membantah bahwa dia adalah seorang Dr, menurutnya dia adalah seorang ahli akupuntur.

” Sejak awal saya sudah katakan bahwa saya adalah ahli akupuntur,” ujarnya, Jumat (10/1/2020).

Sementara Prima Hendika S.Kom, (22) merupakan Kepala IT PT KAM AND KAM menyatakan bahwa apilkasi yang dia bikin memang terhubung dengan google namun tidak mendapatkan uang dari google.

” Kalau terhubung dengan google iya tapi tidak mendapat uang dari google,” ujarnya.

Prima mengaku tidak mengetahui reward yang diberikan pada para korban karena tugas dia hanyalah membuat aplikasi dan itu pun sesuai perintah.

Saat Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan memperjelas ke tersangka Prima apakah reward yang diberikan pada nasabah adalah murni dari perputaran uang nasabah bukan dari google? Tersangka menyatakan tidak mengetahui hal itu, namun yang jelas memang tidak mendapatkan uang dari google.

Perlu diketahui, dua tersangka kembali ditetapkan oleh Polda Jatim dalam kasus penipuan investasi ilegal yang menggunakan aplikasi MeMiles. Dua tersangka tersebuf adalah Martin Luisa alias Dr Eva dan Prima Hendika.

” Untuk peran Dr Eva ini merekrut dan juga mutivator. Dia merekrut supaya menjadi member dan bergabung, sedangkan yang satunya bagian IT yang membuat aplikasi dan juga email,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (10/1/2020).

Kapolda juga menyatakan, bahwa pihaknya juga sudah menyita rekening utama yang sudah diblokir dengan saldo Rp 761 miliar sekian. Uang tersebut yang ada dalam satu rekening, dan uang tersebut merupakan setoran dari para korban.

” Kita juga dalami dari beberapa rekening lain yang nilainya juga cukup besar, nanti kita akan bekerjasama dengan PPATK,” ujarnya.

Pihaknya juga menemukan fakta baru bahwa selama bulan November, Desember juga ada perputaran uang dalam jumlah besar yakni Rp 759 miliar, Rp 69 miliar. Nah ini yang akan kita kejar,” ujarnya.

Uang tersebut kata Kapolda, akan dikembalikan ke korban namun menunggu putusan pengadilan karena terkait dengan bagaimana mekanisme pengembalian uang tersebut.

Untuk diketahui, Polda Jatim membongkar kasus penipuan berkedok investasi secara online, dan berhasil menyita uang nasabah senilai Rp 50 miliar rupiah dari Rp 750 miliar yang dilaporkan.

PT Kam And Kam diduga menipu masyarakat agar mau berinvestasi melalui aplikasi MeMiles. Dengan mengiming-imingi hadiah menarik atau reward berupa motor, mobil hingga rumah mewah. Akan tetapi, reward yang dijanjikan itu hanya sebagian diterima oleh para nasabah.

Sehingga Polda Jatim mengamankan direktur PT Kam And Kam, KTM (47), warga Jakarta Utara dan orang kepercayaannya, FS (52), warga Jakarta Barat. Keduanya lalu ditetapkan sebagai tersangka sesuai pasal 106 undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan pasal 46 undang-undang nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan.

You might also like