Komisioner KPU Jadi Tersangka Suap, KPK Sebut Pengkhianatan Demokrasi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Lintauli Siregar mengatakan, lembaganya  sangat menyesalkan adanya penerimaan hadiah atau janji oleh salah satu Komisioner KPU-RI Wahyu Setiawan terkait dengan proses penetapan pergantian antarwaktu Anggota DPR-RI.

“Persekongkolan antara oknum penyelenggara pemilu dengan politisi dapat disebut sebagai pengkhianatan terhadap proses demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah dan biaya yang sangat mahal,” tegas Lili di Gedung KPK Jakarta, Kamis (9/1).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerimaan suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024. KPK juga turut menetapkan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, caleg DPR dari PDIP Harun Masiku, serta seorang swasta bernama Saeful.

Dalam perkara ini, KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total sebesar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

Penetapan tersangka ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif delapan orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1) kemarin.  Wahyu ditangkap bersama tiga orang lainnya.

 

You might also like