PRESIDEN BERGANTI KORUPSI ABADI DUA

Kades Terpilih di Aceh Utara Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Aceh Utara (FK) – Walaupun dinilai sukses, pelaksanaan pemilihan kepala desa (Geuchik) yang digelar pada hari Senin tanggal 20 Januari 2020 di Desa Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara masih meninggalkan polimik di desa tersebut.

Salah satu peserta pilkades, M Amin Ali bersama beberapa pemuda desa setempat mempertanyakan keabsahan ijazah milik Wandi kades terpilih yang diduga menggunakan ijazah palsu.

“Kami mempertanyakan legalitas dari ijazah tersebut. Mana mungkin satu orang memiliki dua ijazah paket B atau setara SMP dan dikeluarkan pada tahun yang berbeda yaitu tahun 2014 dan 2016,” kata Amin di Lhokseumawe, Senin (20/1/2020).

Pihaknya juga sangat menyayangkan sikap kantor bagian Pemerintah dan Mukim (Perkim) Kabupaten Aceh Utara yang tidak mendiskualifikasi Wandi pada saat verifikasi berkas.

“Pada pendaftaran pertama, dia (Wandi) dinyatakan tidak lolos verifikasi karena setelah di cek barcode pada ijazah paket B miliknya yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Bireuen pada tahun 2016 ternyata tidak memiliki kesamaan data seperti di lembaran ijazahnya. Data yang keluar dari barcode tersebut milik seorang wanita yang merupakan warga Bireuen.

Namun kata Amin, Wandi mencoba mendaftar untuk kedua kalinya dengan menggunakan ijazah yang juga dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Bireuen pada tahun 2016 dan dinyatakan lulus verifikasi data, sehingga Wandi dapat menjadi peserta calon kepala desa.

“Kami meminta dinas terkait untuk mengkroscek ulang keabsahan dokumen milik kepala desa terpilih itu, karena tercium indikasi pemalsuan dokumen Negara. Jika perihal ini tidak ditindaklanjuti, kami akan menempuh jalur hukum,”ucapnya.

Sementara itu, Kasubag Tata Pemerintahan bagian Mukim Gampong Aceh Utara, Mansur SH mengatakan dalam tata cara pemilihan kepala desa yang diatur dalam Qanun Aceh nomor 4, kepala desa terpilih yaitu Wandi sudah memenuhi persyaratan, sehingga dinyatakan lulus verifikasi sebagai calon kepala desa.

“Memang betul Wandi mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa sebanyak dua kali dan pada pendaftaran pertama tidak lulus verifikasi karena tidak sesuai data yang keluar dari ijazahnya dan pada pendaftaran kedua persyaratan yang diajukannya dapat kami nyatakan lulus sebagai bakal calon kepala desa,”kata Mansur.

Mansur juga menambahkan, jikapun terindikasi memakai ijazah palsu, itu bukanlah wewenang pihaknya, karena tugas Perkim hanya memverifikasi dokumen yang diberikan.

“Jika memang terindikasi terjadinya pemalsuan dokumen itu adalah tugas Panitia Pemilihan Geuchik (P2G) setempat. Kami juga pernah mendapatkan laporan perihal tersebut dari M Amin Ali yang juga merupakan calon peserta kepala desa dan kami juga sudah menganjurkan untuk melakukan sanggahan setelah lulus verifikasi. Namun sanggahan tidak dilakukan olehnya,”sebut Mansur. (Dedy Rimba)

You might also like