Fokus Ke Perkara Jiwasraya, Kejagung Belum Mau Telurus Kasus Asabri

Kejaksaan Agung (Kejakgung) belum berencana mengambil inisiatif hukum menyelidiki dugaan korupsi dalam pengelolaan PT Asabri. Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman mengatakan, timnya masih harus fokus pada penanganan kasus PT Asuransi Jiwasraya yang saat ini dalam penanganannya. Kata dia, penyelidikan terkait kasus gagal bayar perusahaan asuransi milik BUMN tersebut, masih terus berjalan.

“Yang ini, Jiwasraya saja dulu. Kita belum åda bicarakan tentang itu (Asabri),” kata Adi, Selasa (14/1). Ia mengatakan, pengungkapan kasus gagal bayar yang dialami Jiwasraya, sudah sampai tahap rokonstruksi peristiwa hukumnya dan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka. Kejakgung meyakini ada indikasi, dan dugaan korupsi dalam jumlah besar yang membuat Jiwasraya mengalami gagal bayar, dan terancam bangkrut.

Pada Selasa (14/1), tim penyidik khusus bentukan Jaksa Agung Sinatiar Burhanudin kembali melanjutkan pengungkapan kasus dugaan korupsi itu, dengan memeriksa delapan saksi. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgsung Hari Setiyono Hidayat mengatakan, tim penyidik khusus memanggil sembilan nama untuk dimintai keterangan. “Untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait pemeriksaan Jiwasraya,” ujar Hari.

Sita 13 Dokumen Terkait Jiwasraya

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Adi Toegarisman mengatakan penyidiknya menyita barang bukti berupa dokumen dan sejumlah komputer dari 13 perusahaan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

“(Disita) dokumen, perangkat komputer,” kata Adi di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (9/1).

Dari 13 perusahaan itu, 11 diantaranya merupakan perusahaan manajemen investasi. Dia menyebut empat perusahaan diantaranya adalah PT Pool Advista Asset Management, PT Corfina Capital, PT Millenium Capital Management dan PT Jasa Capital Asset Management.

Sementara satu perusahaan adalah perusahaan properti bernama PT Hanson International Tbk dan perusahaan sekuritas bernama PT Trimegah Sekuritas Indonesia.

Penyidikan kasus ini terus dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan bukti agar dugaan terjadinya penyalahgunaan investasi yang melibatkan 13 perusahaan tersingkap. Hingga Kamis, tercatat ada 27 saksi yang diperiksa Kejagung terkait kasus Jiwasraya.

You might also like