Balas Dendam Iran, Berpuluh Rudal Ditembakkan Ke Pangkalan Amerika Serikat

Iran membuktikan janjinya untuk membalas dendam kepada Amerika Serikat. Garda Revolusi Iran meluncurkan puluhan rudal ke pangkalan udara Ain al-Asad di Irak pada Rabu (8/1/2020) dini hari waktu setempat. Pangkalan tersebut merupakan fasilitas yang dioperasikan bersama oleh pasukan Irak dan Amerika Serikat (AS).

“Dalam Operasi Martir Soleimani pada dini hari Rabu, puluhan rudal darat-ke-darat ditembakkan ke pangkalan AS dan berhasil menghantam Pangkalan Ain al-Asad,” kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan resmi dikutip Anadolu Agency.

Sumber-sumber militer Iran mengklaim serangan itu menyebabkan 30 tentara AS terluka. Garda Revolusi Iran menyebut serangan ke Pangkalan Ain al-Asad hanya permulaan dari serangkaian balas dendam atas dibunuhnya Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qosim Soleimani oleh AS. Iran tak menetapkan batas waktu kapan serangan akan dihentikan.

“Kami memperingatkan semua negara sekutu AS bahwa jika serangan dilancarkan dari pangkalan di negara mereka ke Iran, mereka akan menjadi sasaran pembalasan militer,” kata Garda Revolusi Iran.

Pentagon telah mengonfirmasi serangan rusal Iran ke Pangkalan Ain al-Asad. Menurut mereka rudal menghujani fasilitas militer tersebut pada pukul 05.30 waktu setempat.

“Jelas bahwa rudal ini diluncurkan dari Iran dan menargetkan setidaknya dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer dan koalisi AS di Al-Asad dan Irbil,” ujar juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman.

Pentagon mengaku sedang menilai apa saja dampak kerusakan yang ditimbulkan serangan rudal Iran. Militer AS mengonfirmasi enam rudal telah menyebabkan dampak.

Pada Jumat pekan lalu, AS membunuh Qasem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Dia, yang saat itu tengah berada di konvoi Popular Mobilization Forces (PMF), yakni pasukan paramiliter Irak yang dekat dengan Iran, tewas akibat serangan drone atau pesawat nirawak.

Itu merupakan serangan besar pertama AS terhadap kelompok yang terafiliasi atau terkait dengan Iran sejak menarik pasukannya dari Irak pada 2011. Perintah untuk mengeksekusi tindakan tersebut datang langsung dari Presiden AS Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya masih menghitung jumlah korban dan mendata kerusakan yang terjadi.

“Semuanya baik-baik saja! Rudal-rudal diluncurkan dari Iran di dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak. Penilaian korban & kerusakan sedang terjadi sekarang. Sejauh ini bagus!” tulis Trump melalui akun twitternya @realDonaldTrump seperti dikutip, Rabu (8/1).

Trump menyiratkan kesiapannya menghadapi perang dengan Iran sebagai buntut pembunuhan Qassim Sulaimani, Panglima Pasukan Quds yang merupakan bagian dari Pasukan Garda Revolusi Iran.

“Sejauh ini, kita memiliki militer yang paling kuat dan lengkap di seluruh dunia! Saya akan membuat pernyataan besok pagi,” tulis Trump lagi.

You might also like