Bus Rombongan Guru Terjun Ke Jurang, 4 Meninggal Dunia

Sebuah bus yang membawa rombongan para guru dan kepala sekolah TK dari Tulungagung mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Blitar-Malang tepatnya di Desa Pagerwojo, Kesamben, Kabupaten Blitar, Sabtu (7/12/2019).

Andi Arif salah satu saksi mata mengatakan bus warna putih hitam tersebut terjun ke dalam jurang di kawasan Kali Kesamben dari badan jalan di sisi sebelah selatan.

“Bus tadi melaju dari arah barat ke arah timur dengan kecepatan sedang. Saya tanya dari orang-orang yang selamat itu katanya rombongan guru dan kepala TK Tulungagung hendak ke Pasuruan. Yang meninggal saya lihat ada empat orang, semuanya dewasa,” kata Andi.

Kecelakaan bus ini menimbulkan kemacetan. Banyak warga yang ingin melihat kecelakaan tersebut. Polisi tegah melakukan olah TKP. Untuk korban sedang dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi.

“Kami sekarang sedang fokus untuk mengevakuasi korban terlebih dulu. Untuk kronologis dan data korban masih kami dalami,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Blitar, Ipda Didik Sugianto.

Sampai berita ini ditulis, polisi dibantu TNI serta warga mengevakuasi korban.

Sulit Dievakuasi

Proses evakuasi korban Bus Fabian Anugrah Trans dengan nopol AG 7555 UR yang mengalami kecelakaan tunggal dan terjun ke bawah jurang di kawasan Kali Kesamben cukup sulit.

“Tadi yang meninggal semuanya dewasa. Tidak ada anak-anak,” kata Andi Arif, salah satu saksi mata, Sabtu (7/12/2019).

Ia menceritakan, korban yang tewas tergencet kursi penumpang. Untuk mengevakuasi korban, warga dan petugas menggunakan gerinda untuk memotong kursi yang menjepit korban.

Ketika berhasil dibuka, korban tewas kemudian dikeluarkan dari badan bus. Korban lalu dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Bus tersebut memuat rombongan guru dan kepala sekolah TK di Tulungagung. Rombongan tersebut hendak perjalanan menuju Pasuruan untuk berlibur.

“Saya tanya (korban) yang selamat tadi ada enam puluhan orang,” ujarnya.

Ia menyebut, korban yang tewas rata-rata berada dalam posisi terjepit. Saat kecelakaan terjadi, korban juga ada yang keluar dari badan bus.

“Ada yang meninggal terjepit. Rata-rata terjepit semua. Ada yang jatuh diluar. Yang saya tahu kebanyakan ibu-ibu,” kata Dori Prasetya, warga lain yang ikut proses evakuasi korban.

Polisi saat ini tengah melakukan olah TKP. Petugas sedang fokus untuk mengevakuasi dan mendata jumlah korban tewas maupun korban luka.

“Info awalnya, bus berjalan dari arah barat ke timur. Tapi jelasnya kita masih belum tahu. Kami masih fokus ke korban,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Blitar, Ipda Didik Sugianto.

 

 

 

You might also like