Wakil Ketua BPKN Rolas Sitinjak: Sriwijaya Harus Serius Lindungi Konsumennya

Jakarta, ForumKeadilan.com – Terhentinya layanan penerbangan Sriwijaya Air dua hari lalu, menurut Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rolas Sitinjak, telah menimbulkan kerugian konsumen. Dia pun meminta pelaku usaha maskapai Sriwijaya Air tak mengorbankan konsumen dalam konflik kerjasama bisnis.

Rolas mengungkapkan, hak konsumen merupakan bagian vital yang perlu dilindungi. Bila tidak, menurutnya, citra pelaku usaha bisa buruk. Terlebih penumpang yang hendak terbang punya kepentingan penting yang berbeda-beda.

Dia mengungkapkan, konflik atas Kerja Sama Manajemen (KSM) antara Siriwjaya Group dan Garuda tak perlu mengorbankan para penumpang yang sudah membeli tiket penerbangan. Pasalnya, penumpang yang notabene konsumen tersebut merupakan pihak ketiga yang tak tahu menahu dan berada di luar area konflik kerjasama tersebut.

“Sangat disayangkan hanya karena konflik kerjasama, konsumen lalu yang menjadi korban. Tidak seharusnya dan tak etis kerjasama bisnis malah merugikan penumpang sebagai penggerak utama bisnis penerbangan,” kata lelaki yang juga menjadi advokat dan telah memenangkan lima gugatan atas penelantaran penumpang yang dilakukan maskapai Lion Air ini di Jakarta, Sabtu (9/11).

Pria yang tengah menyelesaikan gelar doktor Ilmu Hukum terkait perlindungan konsumen dari Universitas Trisakti Jakarta ini menilai, citra kedua maskapai tersebut bisa memburuk. Sebab, dia meyakini setiap penumpang yang melakukan perjalanan punya kepentingan atas waktu yang tak tergantikan. “Era kini, pelaku ekonomi harus menjaga marwah kepentingan konsumen. Negara pun harus hadir memastikan hak konsumen terpenuhi. Karenanya, BPKN akan perjuangkan hak-hak konsumen dalam kegaduhan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rolas mengutarakan, BPKN meminta agar dipersiapkan rencana penanganan kelangsungan pelayanan kepada konsumen yang sudah membeli tiket dan diadakannya rencana pelayanan di masa pengakhiran KSM agar tidak terjadi service disruption oleh pemberi jasa.

“Bila perpanjangan KSM tidak ditemukannya kesepakatan atau terjadi pengakhiran dari KSM ini, maka BPKN meminta agar dipersiapkan rencana penanganan kelangsungan pelayanan kepada konsumen,” imbuhnya.

Selain itu, tokoh perlindungan konsumen ini meminta maskapai Sriwijaya Air tetap memperhatikan keselamatan penerbangan bila dispute menghasilkan kesepakatan terhentinya KSM. “Ini sangat penting. Jangan karena ingin cepat memberikan pelayanan jasa penerbangan malah kurang memperhatikan keselamatan penerbangan!” serunya.

Seperti diketahui, para penumpang Sriwijaya di beberapa kota tak bisa terbang sejak Rabu (6/11) malam hingga Kamis (7/11). Hal ini imbas pihak Garuda Indonesia memberikan instruksi mendadak kepada semua anak perusahaannya, yakni PT GMF Aero Asia, PT Gapura Angkasa, dan Aerowisata untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya, dengan syarat pembayaran tunai di muka pada Kamis. Jika tidak, maka mereka dilarang memberikan pelayanan dan perawatan kepada Sriwijaya.

Setelah kisruh penelantaran penerbangan tersebut, alhasil tercapai kesepakatan perceraian KSM pada Jumat (8/11). Dikabarkan, nota pemberitahuan pengakhiran KSM itu dikirimkan pihak Sriwijaya kepada Garuda, Citilink dan GMF di hari itu pula. Alhasil, manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya.

You might also like