Penista Agama si Otak Rusak Sukmawati Soekarnoputri Belum Dipanggil Polisi

Sukmawati dilaporkan atas kasus penistaan agama karena membandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden Sukarno. Hingga saat ini, polisi belum memanggil putri presiden pertama Indonesia tersebut.

“Belum, masih dalam klarifikasi,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Argo Yuwono, dalam pesan tertulis kepada Republika, Selasa (19/11).

Saat ditanyakan, apakah dalam proses klarifikasi tersebut polisi juga meminta pendapat ahli, Argo tidak merespons.

Seperti diketahui sebelumnya, mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah tersandung kasus penistaan agama. Sebelum benar-benar menjerat laki-laki yang kerap disapa Ahok itu, polisi lebih dulu mengkaji bersama para ahli perihal pasal penistaan agama.

Sukmawati dilaporkan atas dugaan penistaan agama di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Ia dilaporkan karena membandingkan Sukarno dan Nabi Muhammad SAW.

Kuasa hukum Sukmawati, Petrus Selestinus, menyatakan, Sukmawati tidak memiliki niat untuk melakukan tindakan penistaan agama. Menurut Petrus, apabila video asli rekaman diskusi pada 11 November 2019 tersebut didengarkan secara cermat, tidak ada kalimat Sukmawati yang menjurus pada penistaan agama sebagaimana dilaporkan.

“Dia merasa tidak punya niat sama sekali, untuk menista, tujuan Bu Sukma agar mengajak semua kelompok masyarakat, generasi tua dan muda menghormati juga para pahlawan, tokoh-tokoh bangsa yang sudah berjasa melahirkan bangsa ini dengan kebinekaan,” kata Petrus saat dihubungi Republika, Senin (18/11).

“Kalau didengarkan secara cermat, tidak ada satu kalimat atau kata pun yang berisi penistaan agama. Dengan demikian, baik pihak ibu Sukmawati maupun masyarakat, yang saat ini sudah memiliki rekaman yang utuh akan segera melaporkan ke Polri agar pihak yang mengedit, memotong, dan menyebarkan seolah-olah Ibu Sukmawati mengeluarkan pernyataan agama dengan membandingkan ini dan itu tidak benar,” ujar Petrus menambahkan.

Oleh karena itu, sebagai kuasa hukum, Petrus mengaku akan segera melaporkan balik pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atas menyebarkan potongan-potongan video. Serta meminta kepolisian untuk menangkap pelaku yang mengedit dan menyebarkan potongan video diskusi kemerdekaan 11 November 2019.

“Kami (sedang) mengumpulkan dan meminta polri untuk mangkap itu yang mengedit dan menyebarkan video yang sudah dipotong dan seolah-olah ada penistaan agama,” ucapnya.

You might also like