Penambang Liar Di Bangka Belitung Mengamuk, Wakil Gubernur Nyaris Ditebas Parang

Puluhan orang yang diduga penambang di kawasan HL Goesite Tanjung Siantu Kecamatan Sijuk mengamuk memecahkan kaca-kaca mobil tim operasi Satpol PP Provinsi Bangka Belitung. Tidak hanya itu saja Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah megalami memar dimuka dan satu anggota Satpol Babel tangannya hampir putus ketika ingin melindungi Wakil Gubernur Babel dari tebasan parang pelaku tambang timah ilegal, Sabtu (2/11)

Bedasarkan informasi dari masyarakat, massa yang diperkirakan lebih dari 50 orang, mulai menyerang personil Satpol PP yang masih kelelahan usai mengangkat peralatan tambang dari dalam mangrove. Akibatnya, puluhan petugas sempat kocar kacir berlarian di antara hutan mangrove.

“Massa sempat melampiaskan kemarahannya pada Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, yang ikut serta dalam rombongan tim penertiban tambang rajuk. Dengan nada makian, Wagub sulit memberikan penjelasan kepada massa yang sudah emosi,” tutur salah satu anggota Satpol Babel yang ikut dalam razia tersebut.

Ketika Wakil Gubernur mencoba bernegosiasi dengan massa, justru sebagian lainnya kembali menyerang dengan memukul petugas Satpol PP dengan potongan kayu dan mengacungkan parang.

“Kami dan pak Abdul Fatah diserang secara membabi buta, para penambang tidak mau mendengarkan masukan dari Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah,” jelasnya.

Petugas yang nyaris tanpa pengaman, kembali berhamburan lari ke arah hutan bakau menyelamatkan diri. Beberapa diantaranya yang tidak sempat melarikan diri, hanya bisa pasrah saat ayunan kayu menghantam tubuh mereka.

“Satu orang anggota Satpol PP diduga mengalami patah bagian rusuk. Satu orang mengalami patah bagian tangan dan satu orang di bagian kepala. Sisanya, harus menahan sakit memar akibat hantaman kayu,” ungkapnya.

 

Anggota Satpol PP yang luka ditebas parang lindungi Wakil Gubernur

Massa yang sudah emosi tidak kunjung mereda, berlanjut dengan memaksa Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah, menyusuri kawasan mangrove yang sedang pasang laut setinggi 1 meter. Massa meminta Wagub melihat langsung dan meminta ganti rugi atas kerusakan peralatan tambang mereka.

Sekitar 1 jam kemudian, barulah Wagub kembali ke daratan dan diiringi keluar dari kawasan mangrove.

Massa juga membakar pakaian anggota Satpol PP yang dilepas saat melakukan penertiban. Tak hanya itu, sejumlah handphone, uang dan barang berharga lainnya ikut dibakar massa yang sudah di luar kontrol.

“Habis semua bang, di situ ada dompet berisi KTP, kartu BPJS, SIM, dan ada uang tunai Rp. 10 juta,” ujar salah seorang anggota Satpol PP.

Puluhan peralatan tambang yang sudah dikumpulkan anggota Satpol PP juga dipaksa dikembalikan ke tempat semula. Massa berteriak sambil memegang potongan kayu agar peralatan tambang mereka dipasang.

“Kami diminta untuk mengembalikan peralatan tambang mereka dan kami di ancam dengan parang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil ketua DPW GP Nasdem, mengecam aksi anarkis massa terhadap wakil Gubernur dan menuntut aparat mengusut dan menindak tegas aksi anarkis. Hal seperti ini tidak bisa diberikan toleransi karena sudah kriminal dan jangan dibiarkan.

“Kami mengancam tindakan para penambang ilegal tersebut dan meminta agar aparat keamanan bisa menindak tegas pelaku perusak dan pemukulan terhadap penjabat tinggi Babel tersebut,” pinta Dwi Wakil ketua DPW GP Nasdem bidang media dan komunikasi

Ia berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali dan kami harapkan pelaku harus ditangkap dan dipenjarakan karena sudah merusak aset negara dan menyerang penjabat tinggi Babel.

“Kami minta pihak kepolisian agar bisa segera menangkap pelaku perusakan aset negara dan penyerangan terhadap Wakil Gubernur Babel tersebut,”pungkasnya. (Yuko).

You might also like