Alami KDRT, WNA asal Panama Laporkan sang Suami ke Polisi

Jakarta, ForumKeadilan.com – Warga Negara Asing (WNA) asal Panama, Roshlini Lachiran Parvani, 31 tahun, melaporkan tindak pidana sang suami, yakni Prithvhi Suresh Vaswani yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan India. Hal ini lantaran suami melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sekaligus menahan barang miliknya.

Kuasa hukum pelapor Roshlini, Pahrozi mengungkapkan, dari pengakuan penyidik Polda Metro Jaya Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Ditkrimum yang menyampaikan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan kedua tertanggal 11 November 2019 bahwa terlapor statusnya telah menjadi tersangka.

Pahrozi menyatakan, kejadian pemukulan terhadap kliennya pada 27 Juni 2019 sekitar pukul 10.40 WIB di daerah Jakarta Selatan. “Korban mengalami lebam di bahu kanan dan juga mengalami ketakutan hingga korban diamankan keluarganya,” katanya di Jakarta, Minggu (24/11).

Atas hal tersebut, Roshlini lantas membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya nomor LP/3878/VI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum. “Dugaan tindakan pidana KDRT sebagaimana dimaksud Pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT),” sebutnya.

Selain itu, lanjut Pahrozi, pelaku juga menguasai tanpa hak barang-barang milik Roshlini seperti pakaian. “Baju-baju milik klien saya itu diketahui disimpan di kantor PT Wahgo Internasional. Untuk hal ini pelapor melalui kuasa hukumnya Elza Syarif telah melakukan somasi terhadap terlapor tertanggal 11 Oktober 2019 lalu,” ujarnya.

Bukan itu saja. Pahrozi bercerita, sebagai suami, Prithvhi Suresh tak menindaklanjuti permintaan sang istri agar mendapatkan status menjadi WNI. “Pelapor tidak melaksanakan kewajibannya selaku suami sehingga korban saat ini hanya sebagai pemegang kartu izin tinggal tetap di Indonesia,” tuturnya.

“Tentang terlapor, dia merupakan anak Pembina Yayasan Gandi Intercontinental di Jakarta yang bergerak di bidang pendidikan. Terlapor diduga pernah tersangkut dalam perkara KPU pengadaan tinta. Oleh karena itu, kami sangat menyesalkan perbuatan KDRT tersebut dan meminta kepolisian menegakkan keadilan,” terangnya.

You might also like