Warga Probolinggo Pasang Banner Tolak Syiah

Warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo melakukan aksi penolakan terhadap dugaan penyebaran faham Syiah di wilayahnya.

Aksi penolakan warga dituangkan dalam banner berukuran 1 x 4 meter bertuliskan “Kami Masyarakat Desa Jangur Menolak Keras Faham Syiah dan Kegiatan yang Berhubungan Faham Syiah”.

Tercatat ada lima buah banner penolakan atas ajaran Syiah tersebut yang terpasang di sejumlah titik desa, diantaranya di pertigaan jalan dan pintu masuk masjid.

Marzuki Zarkasih, salah satu warga membenarkan jika dirinya adalah salah seorang yang ikut memasang banner penolakan tersebut. Ia menilai faham Syiah bertentangan dengan agama yang ada di Indonesia.

“Apalagi Syiah berdasarkan keputusan fatwa MUI tahun 2012 dinilai faham sesat dan menyesatkan,” katanya, Jumat ( 25/10/2019).

Menurutnya, soal penolakan tersebut telah menjadi keputusan bersama dalam rapat antara Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, MUI, Koramil dan Kapolsek serta kecamatan (Muspika) .

“Warga khawatir jika ini dibiarkan, faham Syiah akan meracuni anak cucu,” ujarnya.

Ia meneruskan, penolakan warga ditujukan kepada salah satu warga yang bernama Hasan Fadli yang diduga selaku tokoh dari Syiah.

“Dirumahnya sudah sering melaksanakan kegiatan-kegiatan Syiah. Bahkan juga ada kegiatan ritual Karbala dengan dibungkus santunan duafa dan anak yatim. Bahkan beberapa buku yang berkaitan dengan ajaran Syiah juga sudah tersebar di desa ini,” jelasnya.

Hasan Fadli hingga kini belum bisa ditemui karena menjalankan umroh dan ziarah ke sejumlah negara.

“Beliaunya tidak ditempat. Pak Hasan Fadli masih ibadah umroh sejak beberapa waktu lalu. Bahkan pulangnya saya juga enggak paham betul,” kata Marsuki, salah seorang pedagang yang berjualan di depan rumah Hasan Fadli.

You might also like