Polisi Oke, Bakar Arena Judi Sabung Ayam

Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Panceng, Gresik, melakukan pembakaran arena judi sabung ayam di Desa Siwalan yang telah ditinggalkan kosong oleh para petaruh.

Bersama Koramil Panceng, Camat Panceng, serta dibantu Satpol PP serta Banser setempat juga merobohkan bangunan arena judi sabung ayam.

Kapolsek Panceng AKP Darsuki menuturkan, sebelum mendatangi lokasi. Pihaknya terlebih dulu melakukan kordinasi dengan camat serta Kades Siwalan serta tokoh masyarakat.

“Lokasi arena judi sabung ayam itu jauh dari perkampungan berada di tepi hutan perbatasan dengan wilayah Lamongan,” tuturnya, Selasa (15/10/2019).

Darsuki juga menambahkan, tempat tersebut sebelumnya pernah digerebek. Tapi, banyak petaruhnya yang meloloskan diri. Sebab, sebelum digerebek informasinya sudah bocor ke petaruh.

“Arena judi sabung ayam yang kami bakar itu sudah berdiri sekitar dua tahun. Bahkan, para pemain kebanyakan dari luar kota Gresik dengan taruhan cukup besar,” imbuhnya.

Berdasarkan informasinya, judi sabung ayam itu penggunaannya pada waktu tertentu saja sesuai undangan pada petaruh. Arena judi tersebut dianggap meresahkan warga sekitar.

“Masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut banyak yang mengucapkan terima kasih, atas bersihnya lokasi tersebut setelah dibakar,” tandas AKP Darsuki.

 

Polsek Wiyung Tangkap 7 Penjudi Sabung Ayam

Sebelumnya, Kapolsek Wiyung Surabaya M Rasyad menyatakan pihaknya mengamankan tujuh orang pelaku judi sabung ayam yang ada di lokasi Wiyung 1 gang Melati Surabaya, Minggu (13/10/2019).

Beberapa barang bukti yang diamankan polisi dalam penggerebekan judi sabung ayam di wiyung 1 gang Melati Surabaya

 

Penggerebekan yang berlangsung mulai pukul 12.00 Win siang ini karena adanya laporan masyarakat ke aplikasi Jogo Suroboyo yang merasa resah dengan keberadaan judu sabung ayam tersebut. Dari informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Wiyung dengan menggrebek lokasi.

” Kita sudah siapkan penggerebekan sejak pukul 10.00 Wib pagi tadi, tapi informasi yang kita dapat sebaiknya penggerbekan dilakukan pukul 12.00 Wib. Saat kita tangkap ada 100 orang, namun karena keterbatasan personil jadi kita amankan baru tujuh orang. Karena anggota kita ada yang mengamankan barang bukti, sebab masing-masing punya peranan yang berbeda,” ujar Rasyad di lokasi penggerbekan.

Masih menurut Rasyad, pihaknya masih mengembangkan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan bertambahnya tersangka yang bakal diringkus.

” Pasti akan kita kembangkan, saat ini kita lakukan penyelidikan dan akan kita tingkatkan ke penyidikan dan pasti akan bertambah (tersangka) karena banyak barang bukti yang kita amankan. Ada ayam 13 ekor, ada kendaraan 12 unit, termasuk kandang ayam juga kita amankan,” ujar Rasyad.

You might also like