Polda DI Yogyakarta Paparkan Cara Mencegah Paham Radikalisme

 

Yogyakarta- Forumkeadilan.com. Polda Yogyakarta paparkan cara mencegah paham radikalisme,untuk mencegah adanya radikalisme Dir Binmas Kombes Rudi Heru Susanto SH.MH, didampingi,Ketua Tim Divisi Humas Mabes Polri AKBP Alfian Nurnas, SH. S.I.K, Kabidhumas Polda Yogyakarta, Kombes Pol,Yulianto, M.Si, Dir Krimum Kombes Dr Hadi Utomo,AKBP Daru Tyas Wibawa.,SH.,SIK.,MH, mengatakan bahwa merasa lebih evisien melaksanakan kegiatan pemulihan yang kontemporer artinya pendekatan yang manis kemitraan itu dipegang teguh sangat intens untuk bertemu kepada masyarakat serta ke kampus kampus karena kita melihat untuk di Jogjakarta

dok Humas Polda Yogyakarta

ada 110 kampus yaitu 7 itu adalah negeri kemudian 103 itu swasta yang cukup banyak mahasiswa yang jadi pendekatan-pendekatan yang aktifsaya katakan saat menyuarakan terutama pada saat awal pendidikan mahasiswa baru kita berkomunikasi dan ada dengan kampus bahwa kewajiban daripada rektor untuk mengundang polisi yang bersuara tentang radikalisme kaitannya dengan terorisme sehingga dampaknya kemarin itu lihat di media justru mahasiswanya santun makan dan bersalaman dengan polisi bahkan ada yang cium tangan.”Ada keistimewaan karena di sini masyarakatnya sangat santun kemudian beradab jadi sepertinya tidak perlu menampilkan seperti misalnya water kanan sehingga berada pada pandangan mahasiswa mencanangkan bahwa kekuatan Polisi dalam pengamanan mahasiswa itu water cannon kemudian pasukan Brimob itu tersembunyi tidak nampak sehingga itu tidak menjadikan mahasiswa untuk anarkis itu salah satu trik yang di sampaikan oleh Bapak Kapolda” ujarnya.

Foto Dok Humas Polda Jogyakarta

saya katakan berdasarkan laporan intelijen memang untuk Jakarta rawan dan akan disusupi radikalisme dan terorisme itu dari sisi kampus tahun 2016 karena Bapak Kapolda intim sekali dengan jajaran untuk ke kampus menyuarakan tentang radikalisme menyuarakan penolakan dan selalu cinta Pancasila sehingga kita tahun sekarang 2018 itu betul-betul signifikan penurunannya sehingga mereka pada saat demo sangat santun dengan kita seperti kawan dan saudara begitusetahu saya berani berkata tidak ada karena untuk kerja mahasiswanya kemarin memakai atribut jadi mudah terdeteksi beda dengan Jakarta yang dia bisanya memakai jaketnya dari mahasiswa tersebut kalau saya kira tidak ada dari kampus sementara untuk fungsi Binmas ada langkah yang kita lakukan adalah kita tetap intens ketemu dengan rektor siswa pertama kegiatan kita adalah dengan adanya demo damai kemarin mengucapkan terima kasih kepada rektor dan pelaksanaan demo nya sudah tidak anarkis dan harapan besar nanti pada tanggal 20 Oktober saat pelantikan harapan besar kita bahwa Jogja tetap sebagai kota yang pendidikan yang aman dan damai. (Ipah Musrifah)

You might also like