Mengenang Tragedi Berdarah Semanggi 13 November 2019

Ketika tragedi Semanggi I terjadi pada 11–13 November 1998, saya adalah wartawan Majalah GATRA. Saya meliput peristiwa itu pada 13 November 1998. Situasi sangat kacau dan mengerikan ketika itu.

Bentrokan antara aparat keamanan dan mahasiswa memaksa saya harus mencari perlindungan di balik diding jembatan semanggi. Gas air mata, batu dan peluru membuat hati saya kecut. Korban tewas maupun luka berjatuhan.

Sebelum itu juga berlangsung demonstasi para mahasiswa se Jabodetabek dan sekitarnya. Saya meliput di bebeberapa titik unjukrasa. Dan Tragedi Semanggi merupakan tragedi yang paling memilukan. Puisi ini saya tulis sehari setelah peristiwa terjadi. Saya persembahkan untuk para mahasiswa yang menjadi korban tragedi berdarah pada 1998 dan bagi perjuangan mahasiswa tahun 2019 yang juga berdarah.

You might also like