Kepala Sekolah Dasar Di Kalimantan Barat Ditusuk, Bermotif Dendam Keluarga

Sukimin (54), kepala SD 24 Mensiap Baru Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalbar, Kamis (17/10), tewas setelah ditusuk salah seorang orang tua siswa. Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi saat dihubungi di Sintang, membeberkan, peristiwa nahas yang dialami Sukiman tersebut terjadi di Kelansam SP 1 Mensiap Baru.

Ia melanjutkan, sebelum ditusuk, sempat terjadi cekcok antara korban dengan pelaku. “Korban saat itu hendak berangkat ke sekolah. Namun di perjalanan dicegat oleh pelaku Turit (40). Sempat terjadi cekcok, korban kemudian langsung ditusuk. Pelaku adalah orang tua murid,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sintang Indra Asrianto mengatakan, pelaku sudah ditangkap. “Saat ini sedang diinterogasi,” katanya. Sedangkan korban, kata Indra, saat ini sedang dalam proses visum di RSUD Ade M Djoen Sintang.

 

Masih Ada Hubungan Keluarga

Penusukan itu diduga dipicu permasalahan keluarga. “Pelaku, sebelumnya masih ada ikatan keluarga dengan korban dari hubungan pernikahan,” kata Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi di Sintang.

Turit, si pelaku merasa dendam karena Sukimin selalu ikut campur urusan pribadinya. Dendam itu bermula pada tahun 2017 ketika pelaku menikah siri dengan PR, yang terhitung masih keponakan korban.

Kemudian di tahun ini, karena tidak ada kecocokan maka pelaku berpisah dengan PR. Sekitar Agustus lalu, pelaku mendapat surat dari perangkat Desa Mensiap Baru untuk mengurus perceraian dengan istri sah pelaku yang berada di Jawa. “Apabila tidak dapat melengkapi surat tersebut, pelaku diwajibkan pergi dari Desa Mensiap Baru,” katanya.

Sukimin, ujar Kapolres, yang merupakan paman istri siri pelaku selalu ikut campur urusan pribadi pelaku. Baik saat masih menikah dengan PR dan setelah pelaku berpisah dengan PR.

Sukimin adalah orang yang mengatakan pada pelaku, jika tidak bisa menghadirkan surat cerai dengan istri sah yang berada di Jawa, pelaku harus pergi dari Desa Mensiap Baru. Kemudian, Kamis (17/10) sekitar pukul 06.30 WIB pelaku akan pergi ke Sintang dengan membawa sebilah pisau (dilapisi koran) dan disimpan di pinggang pelaku. Kemudian saat di perjalanan, tepatnya di depan gereja, pelaku bertemu dengan korban.

Pelaku menghentikan korban dengan maksud hendak menyerahkan surat sebagai bentuk protes pelaku terhadap keputusan keluarga dan perangkat Desa Mensiap Baru. “Saat bertemu dengan korban saya menyampaikan rasa tidak terima atas apa yang mereka lakukan terhadap saya berupa pengusiran dari desa dan meminta surat perceraian dengan istri sah saya yang berada di Jawa,” beber Kapolres menirukan ucapan pelaku.

Saat itu, pelaku ternyata emosi kemudian mengeluarkan pisau dari celana dan menusuk korban ke perut bagian depan dan samping. Korban yang jatuh terbaring setelah ditusuk berteriak minta tolong. Kemudian datang warga menolong korban. Namun korban akhirnya tewas.

 

 

You might also like