Dosen IPB Jadi Tersngka Kerusuhan 28 September

Polisi menetapkan Dosen IPB, Abdul Basih (44 tahun), sebagai tersangka kerusuhan saat aksi Mujahid 212 di Jakarta, Sabtu, 28 September 2019. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang suruhannya.

“Iya, semua sudah jadi tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Oktober 2019.

Dedi menuturkan Dosen IPB itu merekrut dua orang, S dan OS. Peran S sebagai perakit bom, sementara OS menjadi penerima dana. Dana digunakan melakukan provokasi dan kerusuhan saat aksi 28 September.

Sementara itu, tersangka S merekrut empat orang lainnya, JAF, AL, AD, dan SAM. Mereka berperan sebagai perakit bom dan pengeksekusi di lapangan.

“Untuk OS, dia merektut juga tiga orang atas nama YF, ALI, FEB. Untuk FEB dia membeli bahan-bahan untuk merakit bom molotov serta mendapat uang untuk operasional di lapangan,” terang Dedi.

Dedi tak menjelaskan peran dua tersangka YF dan ALI. Saat ini, kesepuluh orang tersebut masih diperiksa.

“Yang jelas sudah kelihatan mastermind-nya, kemudian layer kedua, operator di lapangan siapa mulai perakit dan eksekutor masih didalami oleh Polda Metro Jaya,” pungkas Jenderal Bintang Satu itu.

Para tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan bahan peledak maupun Pasal 169 KUHP tentang kelompok perusuh.

“Ada beberapa pasal yang diterapkan disini sesuai dengan perbuatam masing-masing. Baik pasal KUHP maupun pasal terkait kepemilikan bahan peledak,” ujar Dedi.

Ditanya lebih jauh keterkaitan Abdul Basith, Dedi belum mau menjawab banyak. Dia mengatakan, saat ini Polri masih terus melakukan pendalaman.

“Masih dikembangin, nanti nunggu hasil pemeriksaan dulu dari Polda Metro Jaya. Ini baru bersifat umum saja, saya hanya membacakan tentang anatomy of crime kelompok mereka,” ucapnya.

Argo mengatakan Abdul Basith sudah merencanakan membuat kerusuhan dengan molotov di tengah-tengah demo Mujahid pada Sabtu (28/9). Abdul Basith selain itu juga dia sebut ingin menggagalkan pelantikan anggota dewan yang berlangsung hari ini.

“Motifnya yang jelas membuat kerusuhan dulu, untuk aksi demo itu, tentunya untuk mengagalkan seperti yang saya sebutkan tadi proses kegiatan pelantikan anggota dewan hari ini,” ujarnya.

You might also like