Divisi Humas Polri Mempersembahkan Film HANYA MANUSIA Setelah Sukses Dengan Film POHON TERKENAL

Jakarta – Forumkeadilan.com. Setelah sukses dengan Film POHON TERKENAL, kali ini Divisi Humas Polri merilis satu film lagi yang layak ditonton masyarakat, dengan judul HANYA MANUSIA.

Film yang mengangkat tema Human Traficking atau Perdagangan Manusia ini memang tema yang jarang sekali diangkat ke layar lebar, padahal kasus perdagangan manusia ini sering terjadi di Indonesia. Tema ini pun dikemas apik dengan kolaborasi gaya penyutradaraan Tepan Kobain dan penulisan skenario oleh Monty Tiwa.

Kadiv Humas Polri, lrjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K, M.H membeberkan alasan pemilihan isu Human Traflcking menjadi tema yang tepat diangkat ke layar lebar, dalam fllm kedua yang diproduksi oleh Divisi Humas Polri ini.

”Kali ini kami mengangkat isu human traficking atau perdagangan manusia yang cukup marak belakangan ini untuk difilmkan. Karena isu ini sudah jadi isu intenasional bukan lagi nasional. Dan jarang sekali film Indonesia mengangkat isu ini. Dan kami ingin menampilkan sisi Iain dari Polisi. Ingin mengangkat sisi-sisi humanis dari seorang Polisi.”Tentunya dengan segala bumbu-bumbu drama yang enak un tuk ditonton ”.

Film HANYA MANUSIA ini dibintangi oleh deretan aktris dan aktor ternama seperti Prisia Nasution, Yama Carlos, Lian Firman, Tegar Satrya, Verdi Solaiman, Shenina Cinnamon, Soleh Solihun, Fuad ldris, Nagra Kautsar, Windy Apsari, Egi Fedly, Sakilla HanifAnnisa, Billy Kausha.

Untuk lebih menjiwai peran yang dimainkan, para pemain diberikan waktu untuk workshop dan observasi di Bareskrim Polri.

”Hal ini dilakukan untuk mengenal lebih dalam sosok dan karakter Polisi yang akan kita mainkan. Ternyata gak seperti yang saya bayangkan. Persepsi saya berubah setelah saya workshop di Bareskrim ini. Dan di film Hanya Manusia ini, ingin menampilkan sisi humanis seorang Polisi yang bagaimanapun tegas dan tegarnya dia tetap seorang manusia,” jelas Yama Carlos yang langsung menerima tawaran peran sebagai polisi tanpa berpikir dua kali.

Film berdurasi selama 90 menit ini menceritakan seorang perwira Muda bernama Annisa (Prisia Nasution), yang tergabung dalam satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara dibawah pimpinan Kompol Angga (Yama Carlos). Bersama Iptu Aryo (Lian Firman), Annisa ditugaskan mengusut sebuah kasus penculikan.Konflik dalam film Hanya Manusia ini bermula ketika Dinda (Shenina Cinnamon), adik perempuan Annisa, menjadi korban penculikan dalam kasus yang sama. Ternyata, kasus penculikan tersebut menjadi bagian dari aksi kejahatan sebuah sindikat human trafficking (perdagangan manusia).

Banyaknya korban dalam kasus penculikan tersebut membuat Annisa mengalami tekanan hingga mencapai batas maksimal seorang manusia.

Bagaimana Annisa dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang abdi negara dan sebagai seorang kakak?
Temukan jawabannya dalam film HANYA MANUSIA yang akan tayang serentak tanggal 7 November 2019 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.
Kadiv Humas Mabes Polri lrjen Pol Mohammad Iqbal. S.l.K.MH.pun berharap film HANYA MANUSIA dapat menjadi tontonan menghibur dan memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.
“Saya berharap film ini akan menjadi sebuah tontonan yang punya nilai edukasi sekaligus informasi tentang perdagangan manusia yang sangat tidak manusiawi dan melanggar undang-undang di dunia. Dan sekaligus menjadi hiburan yang punya nilai positif untuk masyarakat kita.

Serta tentang sisi menarik Iainnya dari dunia seorang Polisi yang Hanya Manusia”

Film HANYA MANUSIA
Produksi Divisi Humas Polri Genre Film: Drama Action Executive Produser Komjen. Pol. Setyo Wasisto, SH. Dan Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, SIK, MH.
Produser: Fransisca Sihombing, Hadi Aldjoeffry. Sumarsono Sutradara: Tepan Kobain. Penulis: Rebecca M. Bath, Monty Tiwa, Putri Hermansjah
Cast: Prisia Nasution, Yama Carlos, Lian Firman, Verdi Solaiman, Tegar Satrya, Shenina Cinnamon, Soleh Solihun, Fuad ldris, Nagra Kautsar, Egi FedIy, Windy Apsari, Sakilla Hanif Annisa, Billy Kausha.

Sinopsis:Annisa adalah seorang perwira muda yang harus berbagi waktu antara tugas dan keluarga. Sementara itu, Jakarta sedang di teror oleh kasus penculikan anak-anak dibawah umur. Beberapa korban bahkan ditemukan telah menjadi mayat. Annisa sebagai anggota Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara ditugaskan untuk mengusut kasus tersebut. Tiap hari selalu ada korban. Dan tiap hari, tekanan yang dialami Annisa mulai mencapai titik batas maksimal seorang manusia, tertebih ketika adik satu-satunya yang sangat dia sayangi diculik sindikat penculikan. (Ipah Musrifah)

You might also like