Dir Narkoba Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Penjualan Online Vape Mengandung Tembakau Gorilla

Jakarta – Forumkeadilan.com. Dir Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Herry Heryawan,S.I.K, M.H, melalui Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Raden Argo Yuwono, S.I.K dan Kasubdit 1 Resnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menjelaskan, penangkapan tiga tersangka M, FF, dan PN terkait pengedaran narkoba gorilla dalam liquid vape. Polisi juga mengamankan enam botol liquid vape dan 253 liquid vape berisi tembakau gorilla isi 5 ml.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono, S.I.K, juga menjelaskan penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus yang melibatkan tersangka AC.

“Kami dapat informasi di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan, sering digunakan penyalahgunaan narkotika,” kata Argo kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).Argo mengatakan tersangka M ditangkap pada 17 Oktober 2019. Dari tangan M, polisi mendapatkan bukti transaksi liquid vape yang mengandung narkoba sintetis gorilla.

“Kami dapatkan HP yang sebutkan adanya transaksi, transaksi akan adanya penjualan maupun pembelian vape tersebut yang mengandung tembakau gorilla,” ujarnya,

didampingi Kasubdit 1 Resnarkoba AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya dan Kabag Ops Resnarkoba AKBP Yohannes Karundeng.

Setelah dikembangkan lagi, Argo menyebut tersangka lainnya FF juga ditangkap beserta barang bukti liquid vape siap antar dari jasa pengiriman di Ciputat.

Setelah itu, polisi menelusuri apartemen FF dan mendapatkan barang bukti sebanyak 253 botol liquid vape berisi narkoba gorilla ukuran 5 ml berisi campuran tembakau gorilla dan 24 botol liquid vape ukuran 100 ml berisi cairan tembakau gorilla murni.
“Kami dapat 6 botol liquid dari tersangka FF. Kemudian, kami menggeledah apartemennya di Cinere, ditemukan beberapa botol liquid 253 botol liquid dan vape five fluoro ADB, yang mengandung tembakau gorilla isi 5 ml, siap pakai yang dijual seharga Rp.600.000 secara online,” ujar Argo.

Selanjutnya, Argo menyebut tersangka terakhir PN juga ditangkap. PN disebut sebagai dalang dan otak peredaran narkoba melalui liquid vape ini.
“Setelah kami kembangkan lagi, kami tangkap tersangka PN, dia adalah dalangnya, artinya sebagai otaknya yang membuat bahan itu sekaligus sebagai pengedarnya, penjualnya, dia yang atur dijual kemana mana itu dia,” ucap Argo.

Polisi hingga kini masih mendalami terkait sudah berapa lama para tersangka beroperasi, biaya pembuatan, bahan kimia yang digunakan, dan lokasi peredaran.

Bersama para tersangka diamankan juga barang bukti yaitu, alat pengaduk bahan tembakau gorilla dan campurannya, tabung kaca, kompor gas dan timbangan. Pada kesempatan itu, Argo juga mengimbau masyarakat agar tidak usah menggunakan vape lagi.
Para tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. (Ipah Musrifah)

You might also like