Demo Mahasiswa Tuntut Perppu KPK Tak Bisa Ke Istana

Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi damai di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Kamis (17/10). Rencananya massa akan bergerak ke Istana namun terhalang, karena akses ke Istana ditutup.

Madsa aksi yang akan menuju Istana Negara itu tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka diiringi lagu-lagu perjuangan mahasiswa seperti “Darah Juang”, “Pembebasan”, “Buruh Tani”, hingga “Totalitas Perjuangan”.

Aksi itu dilakukan sebagai peringatan 30 hari setelah disahkan revisi Undang Undang tentang KPK. Massa aksi menuntut Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan perppu terkait UU KPK yang disahkan pada September lalu.

Massa yang hadir dalam aksi ini berasal dari seluruh mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI se-Jabodetabek dan Banten. Akses Jalan Medan Merdeka Barat menuju Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, ditutup oleh Kepolisian, Kamis siang.

Penutupan jalan tersebut dilakukan pada pukul 11.00 WIB. Jalan tersebut awalnya ditutup menggunakan water barrier, kemudian dilakukan dengan pengamanan berlapis menggunakan kawat berduri di dekat Gedung Sapta Pesona.

Massa mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu KPK. “Khusus hari ini kita mendesak Pak Jokowi untuk segera mengeluarkan Perppu KPK dan mengembalikan pada Undang-Undang KPK sebelumnya,” kata koordinator lapangan aksi sekaligus Ketua BEM UNJ, Muhammad Abdul Basit (Abbas), di depan patung kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Abbas mengatakan aksi hari ini tidak ada kaitan dengan pelantikan Jokowi pada 20 Oktober nanti. Namun dia menilai Jokowi gagal memenuhi janji kampanyenya jika hingga pelantikan nanti tetap tidak menerbitkan Perppu KPK.

“Ya berarti Pak Jokowi gagal terkait dengan Nawacitanya terkait dengan agenda pemberantasan korupsi. Ya publik akan melihat sendiri Pak Jokowi terkait keberpihakannya antara partai politik atau masyarakat Indonesia,” ujarnya.

You might also like