Bupati Indramayu Dibekuk KPK Terkait Proyek Pekerjaan Umum

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membenarkan KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Indramayu mulai pukul 22.40 WIB. Diduga ini terkait dengan pemberian sejumlah uang dari rekanan kepada Bupati Indramayu untuk mendapatkan pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indramayu.

“Jumlah orang yang diamankan sementara ada delapan orang. Lima orang sudah di KPK, tiga orang masih dalam perjalanan. KPK mempunyai waktu 24 jam untuk menentukan status orang-orang yang sudah diamankan,” kata Agus, Selasa (15/10).

Sebelumnya diketahui, ada dua tim KPK yang melakukan penangkapan. Tim pertama melakukan penangkapan terhadap F, seorang pegawai PUPR Indramayu, di rumahnya di Perumahan Margalaksana 2, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Sedangkan tim kedua melakukan penangkapan terhadap bupati dan tiga orang lainnya di Desa Bongas. Saat ditangkap, bupati mengenakan baju batik berwarna kuning. Hingga kini belum diketahui kasus apa yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Indramayu tersebut. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Setelah mengamankan lima orang, KPK juga menggeledah sejumlah lokasi. Di antaranya Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Jalan Pahlawan Indramayu pada Selasa (15/10) dini hari.

Berdasarkan pantauan Republika, pada pukul 07.00 WIB, di Kantor Dinas PUPR setidaknya ada dua ruangan yang telah disegel KPK. Yakni ruang kepala dinas dan ruang sekretaris dinas.

 

Ditangkap Di Rumah Orang Tua

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Indramayu Supendi, di rumah orangtuanya di Desa/Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Senin (14/10) malam sekitar pukul 23.40 WIB. Petugas komisi antirasuah juga menggeledah sejumlah lokasi.

Selain bupati, KPK juga mengamankan empat orang lainnya. Yakni, ajudan bupati, sopir bupati, pegawai PUPR dan seorang pengusaha.

Berdasarkan informasi, ada dua tim KPK yang melakukan penangkapan. Tim pertama melakukan penangkapan terhadap F, seorang pegawai PUPR Indramayu, di rumahnya di Perumahan Margalaksana 2, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Sedangkan tim kedua melakukan penangkapan terhadap bupati dan tiga orang lainnya di Desa Bongas. Saat ditangkap, bupati mengenakan baju batik berwarna kuning.

Hingga kini belum diketahui kasus apa yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Indramayu tersebut. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Setelah mengamankan lima orang, KPK juga menggeledah sejumlah lokasi. Di antaranya Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Jalan Pahlawan Indramayu pada Selasa (15/10) dini hari.

Berdasarkan pantauan Republika pada pukul 07.00 WIB, di Kantor Dinas PUPR setidaknya ada dua ruangan yang telah disegel KPK. Yakni ruang kepala dinas dan ruang sekretaris dinas.

Di depan pintu kedua ruangan itu, terpasang segel KPK dan kertas bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK”. Namun, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Omarsyah, tidak berada di ruang kerjanya. Para pegawai di dinas itu pun tidak ada yang mau memberi keterangan.

“Saya kurang tahu,” kata salah seorang pejabat Dinas PUPR sambil bergegas meninggalkan wartawan.

You might also like