Bermula Dari Penikaman, Penajam Di Kalimantan Timur Ricuh

Wilayah Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), sempat ricuh pada Rabu (16/10) siang. Kejadian tersebut terjadi pascaperistiwa penikaman terhadap dua orang pemuda di Pantai Nipah-Nipah, Penajam, PPU, Kaltim. “Saat ini situasi sudah terkendali,” ujar Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (16/10).

Ia menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WITA. Pada jam tersebut terjadi pergeseran sekitar 100 orang menuju Pelabuhan Feri, Pelabuhan Kapal Klotok, dan menggunakan speed boat. Pergeseran massa itu dalam rangka aksi unjuk rasa terkait terjadinya peristiwa penganiayaan yang melibatkan kelompok mereka sebagai korban.

Sesampainya di lokasi pada pukul 14.20 WITA, massa langsung menuju ke Pelabuhan Klotok dengan merusak pos loket tiket kapal Klotok. Mereka juga menghentikan transportasi speed boat maupun kapal yang ada di sana.

“Pukul 15.00 WITA terjadi dialog antara perwakilan masa aksi dan pihak kepolisian, yakni Kapolres PPU dan Kapolres Paser,” kata Ade.

Kemudian, pihak kepolisian melakukan upaya fasilitasi dengan hearing di Kantor Pemkab PPU. Tapi, dari proses tersebut tidak ditemui kata sepakat. Setengah jam kemudian, massa terus bertambah dan melakukan aksi pembakaran terhadap pos loket tiket Pelabuhan Kapal Klotok. “Pada pukul 17.15 WITA Kapolda Kaltim tiba di lokasi dan langsung lakukan komando kendali situasi,” jelas Ade.

Terkait kejadian itu, Ade memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak menyebarluaskan gambar maupun video yang sekira dapat memperkeruh suasana. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan upaya-upaya di luar koridor hukum dan bahkan melanggar hukum.

“Percayakan proses penanganan permasalahan kepada penegak hukum. Mohon kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar dia.

 

Kapolda Kaltim Imbau Masyarakat Tenang

Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Priyo Widyanto mengimbau masyarakat untuk tenang dan percaya hukum. Warga diimbau tidak menyebarluaskan gambar atau video yang dapat memperkeruh suasana di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Pembakaran loket di Pelabuhan Penajam

Imbauan ini berkenaan dengan unjuk rasa sekelompok orang di Pelabuhan Ferry Penajam pada Rabu (16/10) siang. Unjuk rasa tersebut menuntut diberlakukannya denda adat kepada pelaku penikaman dalam perkelahian kelompok pemuda pada 9 Oktober lalu.

“Mohon juga percayakan proses penanganan permasalahan ini kepada kami penegak hukum,” jelas Kapolda Priyo.

Pelaku penikaman sendiri sudah ditahan di Polres PPU. Seperti dijelaskan Kapolres PPU Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Sabil Umar, pelaku utama yang bernama Riki Zulfiar (18), seorang pengangguran warga Penajam ditangkap di Balikpapan kurang dari 24 jam setelah kejadian.

“Kami juga berhasil mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban,” jelas Kapolres Sabil. Selain Riki, polisi juga mengamankan tiga rekannya atas kepemilikan senjata tajam.

Kapolda Priyo meminta masyarakat Penajam khususnya agar tenang dan sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. “Dan tidak melakukan upaya-upaya di luar koridor hukum, atau bahkan melanggar hukum,” tegas Kapolda.

Sebelumnya, kelompok pengunjuk rasa di Pelabuhan Ferry sempat merusak loket penjualan tiket perahu klotok dan speedboat yang berujung pada penghentian operasional pelabuhan.

Hal tersebut membuat Kapolres PPU AKBP Sabil Umar, bahkan juga Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra turun langsung menemui pengunjuk rasa. Mereka menawarkan dengar pendapat di Kantor Pemkab PPU, namun para pengunjuk rasa tidak sepakat.

Pada pukul 15.30, jumlah para pengunjuk rasa terus bertambah dan mulai melakukan aksi pembakaran. Loket tiket yang sudah dirusak tadi dibakar.

“Pada pukul 17.15 Wita Kapolda Kaltim tiba di lokasi dan langsung melakukan komando untuk mengendalikan situasi,” tutur Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. Pada pukul 19.00 situasi sudah terkendali dan para pengunjuk rasa pun bubar.

You might also like