Tahun Depan, Bapenda Manado Berlakukan Systim Tapping Box

MNdo – Forumkeadilan.com. Rencana Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Manado, akan menggunakan alat perekam transasksi atau tapping box, rupanya disambut positif oleh masyarakat yang kerap membayar pajak di kantor Bapenda, kota Manado. Dengan adanya systim aplikasi ini maka masyarakat pembayar wajib pajak tidak lagi harus menunggu antrian panjang untuk membayar pajak.

Lebih jauh tentang itu, melalui Kabid Pajak dan Retribusi Drs. Recky Pesik menjelaskan, systim aplikasi ini mutlak diterapkan karena tujuannya untuk memudahkan pelayanan para pembayar wajib pajak. Tentunya semua ini akan menjadi lebih mudah dan nyaman, karena secara teknis para wajib pajak tinggal mengisi aplikasi yang sudah tersedia, kemudian melakukan pembayaran lewat bank. Sedangkan untuk memantau transasksi, para wajib pajak cukup membuka aplikasi tersebut.

“Saat ini systim informasi dan komunikasi lewat teknologi adalah mutlak diterapkan. Apalagi untuk kantor Bapenda yang setiap hari kerja berhadapan langsung dengan ratusan para wajib pajak. Untuk meminimalisir lonjakan para wajib pajak, maka Bapenda Manado, sesuai rencana pada tahun depan akan mengoperasikan systim tapping box ini,”ungkap Recky Pesik, Jumat (29/8/2019).

Dia menambahkan, sebetulnya systim tapping box ini akan dioperasikan pada tahun ini. Tapi batal menyusul anggarannya digeser untuk pembiayaan lainnya. Sehingga Bapenda Manado, perlu menunggu sampai tahun depan untuk bisa terlaksana. “Jika tahun depan systim tapping box ini diadakan, maka penerimaan pajak daerah akan meningkat. Dibeberpa daerah lain juga seperti Batam dan Bali sudah menggunakan systim aplikasi ini,”katanya.

Lepas dari soal itu, ketika disinggung penarikan pajak dari sektor kuliner semisal restoran dan rumah makan yang sekarang ini cukup banyak bermunculan di kota Manado, menurut Pesik, pajak daerah yang ditarik pada sektor itu berdasarkan Perda kota Manado Nomor 2 Tahun 2011. Sementara berapa besar tarikan pajak pada sektor itu kata Pesik hanya 10 persen dari total transaksi. “Penarikan pajak ini praktis tidak membebankan pada pemilik restoran atau rumah makan. Karena yang bayar pajak ini adalah pengunjung. Hal ini sudah kita jelaskan kepada para pengusaha restoran atau rumah makan agar dapat menyetor pajak yang ditarik pemerintah,”jelasnya.

Dia melanjutkan, hingga saat ini serapan pajak yang telah ditarik sudah menyentuk angka 50 persen. Dimana dari target pemerintah daerah sebesar Rp. 288 miliar dan kini telah terealisasi sebesar Rp. 145 miliar lebih. “Ini angka keseluruhan. Dan terbesar realisasinya diperoleh dari pajak restotan atau rumah makan, hotel, parkir dan BPHTB,”sambungnya.

Selain penerimaan pajak ada juga dari penerimaan retribusi yang telah terealisasi sekitar Rp. 1,5 miliar dari target  Rp. 3 miliar. Dari sektor ini juga sudah terealisasi 50 persen. “Saya optimis target PAD yang dipatok pemerintah kota Manado, bisa kita realisasikan,”pungkasnya. (Didi Wongso)

You might also like