Simpan Hasish, Warga Rusia Dijerat Pasal Kepemilikan Narkoba

Warga negara asing, khususnya yang berasal dari Rusia, semakin banyak didudukan di kursi pesakitan PN Denpasar. Pada Kamis (4/9), Alexsndr Ganin (29) yang juga asal Rusia, turut diadili di PN Denpasar.

JPU Cokorda Intan Merlany Dewi, di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, membacakan dakwaannya yang dihadapi pria yang mempunyai pekerjaan arsitek itu. Yakni, terdakwa diadili kasus kepemilikan hasish seberat 0,66 gram brutto atau 0,29 gram netto.

Jaksa dalam surat dakwaannya menyatakan, kasus itu terungkap saat polisi menerima informasi adanya jual beli narkoba di seputaran Tibubeneng, Kuta Utara, yang kala itu diduga melibatkan orang asing. Pada 23 April 2019, sekitar pukul 14.30, melihat target operasi, yakni terdakwa yang dipanggil Alex melintas mengendarai sepeda motor.

Ia dibuntuti polisi saat melintas di Jalan Semat hingga Gang Pucuk Merah, di sebuah guest house. Selang 10 menit, Alex diamankan di kamarnya nomor 11.

Di sana ditemukan beberapa potongan aluminium foil, juga daun kering di dalam minoxidil, satu paketan padatan hasish warna coklat, bungkusan tembakau dan barang bukti lainnya. Hasil interogasi, kata jaksa, barang bukti itu diakui milik terdakwa. Dan terdakwa Alexsndr Ganin mengaku membeli hasish itu dari Vladimir seharga Rp 750 ribu.

 

Warga Rusia Lain Yang Diciduk

Sebelumnya ada juga warga rusia yang diciduk. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Senin (29/4) menyampaikan, tersangka kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang kabur dari tempat titipan tangkapan penjagaan Ditresnarkoba ini ditangkap dalam tempo kurang lebih 45 jam.

Awalnya anggota Unit Opsnal Ditresnarkoba Polda Bali, Aiptu Gusti Ngurah Wiryanata dan Bripka Ketut Sudiastu mendapat informasi dari masyarakat jika ada orang asing sembunyi di sebuah parit di wilayah Banjar Tohpati, Denpasar Timur.

“Berdasarkan informasi tersebut anggota Ditresnarkoba langsung ke sana. Setibanya di sana, anggota kami dibantu masyarakat menangkap pelaku,” tandasnya.

Baca juga:  Bebas Murni, Kepulangan Corby ke Australia Dikawal Ekstra Ketat
Selanjutnya pelaku dibawa ke Ditresnarkobab dan dilakukan pemeriksaan kesehatan di Rumkit Sakit Bhayangkara.

Saat kabur, status pelaku masih tangkapan dan belum diterbitkan surat penahanan karena masih menunggu hasil dari labfor dan gelar perkara. “Proses penangkapan berjalan aman dan lancar,” tegas Hengky.

Andrei Spiridonov (35) asal Rusia berhasil meloloskan diri dari pengawalan anggota Ditresnarkoba Polda Bali dengan cara loncat ventilasi kamar mandi, Sabtu (27/4). Setelah tersangka berprofesi sebagai psikolog ini kabur, petugas menemukan borgol yang awalnya dipakai pelaku di kamar mandi lantai 2 dekat Biro Logistik (Rolog) Polda Bali

You might also like