Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Impor Ilegal Dari China, Rugikan Negara 20 Miliar

Jakarta – Forumkeadilan.com, Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat penyelundupan tekstil dan pakaian bekas asal China. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol,Dr Gatot Eddy Pramono, M.S.i,didampingi Dirkrimsus Kombes Pol Iwan Kurniawan,S.I.K, Kabidhumas, Kombes Pol Raden Argo Yuwono, Kasubdit 1 Indag AKBP Sutarmo SH, mengatakan, bertahun-tahun menjalankan bisnis ilegal tersebut. Perbuatan mereka merugikan negara hampir Rp5 miliar.

“Kalau dihitung potensi kerugian negara untuk tekstil, balpress, serta sepatu berbagai merek hampir Rp5 miliar,” ujar Kapolda saat memimpin Konferensi Pers di halaman Ditserse Kriminal Khusus Mapolda Metro Jaya., Kamis (12/9/2019).

Gatot mengungkapkan, para tersangka dalam menyelundupkan barang ilegal itu memanfaatkan jalur laut. Rute yang dilalui dari China melalui Pelabuhan Pasir Gudang Johor, Malaysia. Selanjutnya barang dikirim ke Pelabuhan Kuching Serawak dan dibawa menggunakan truk ke perbatasan Indonesia, yaitu Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

“Isi barang selundupan itu kemudian diangkut menggunakan truk fuso dari Pontianak melalui Pelabuhan Dwikora dikirim menggunakan kapal angkut Fajar Bahari dan masuk ke Pelabuhan Tegar Marunda Center Kabupaten Bekasi,” ucapnya. aksi para enam tersangka berinisial PL (63), H (30), AD (33) EK (44), NS (47), dan TKD (45) penyelundup terendus pihak kepolisian, sehingga beberapa orang tersebut berhasil diamankan.

Foto Humas Polda Metro Jaya

Untuk barang diselundupkan di beberapa tempat, yaitu Pelabuhan Tegar Marunda Center Terminal,Tarumajaya, Kabupatan Bekasi, Jawa Barat, kemudian di Jalan Dahlia, Kramat, Senen, Jakarta Pusat dan di sebuah Gudang Rukan Permata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

“Berhasil kita sita barang bukti 438 gulungan tekstil (bahan kain), 259 koli balpress berisi pakaian baru, pakaian bekas dan tas bekas, 5.668 koli sepatu berbagai merek kurang lebih 120 ribu pasang sepatu,” tuturnya.

Akibatnya, tersangka bakal dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 104, Pasal 106, Pasal 111, Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancamannya, pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp5 miliar dan Pasal 62 ayat 1 dan 2 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancamannya pidana penjara lima tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Iwan Kurniawan,S.I.K mengatakan para tersangka  sudah melakukan kegiatannya antara 2 hingga 10 tahun.  “Mereka merupakan pelaku di hulu. Jadi, kita upayakan memutus mata rantai dari hulu ke hilir, sehingga nantinya pedagang pedagang eceran tidak bisa memasarkan barang yang dilarang ini,” kata Iwan menanggapi pertanyaan tentang maraknya penjual barang bekas impor dari china.turut hadir Kepala Bea Cukai Tanjung Priok , Arief H,Dirjen perdagangan Wahyu Widayat. (Ipah Musrifah)

You might also like