Pengibar Bendera Tauhid Dilepas Polisi, Pemuda Ansor Gresik Protes

Ratusan PC GP Ansor Gresik turun ke jalan. Mereka menuntut penuntasan kasus dilepaskannya puluhan pemuda yang membawa bendera khilafah dilepas oleh polisi.

Sambil membawa simbol bendera Ansor. Ormas islam ini juga membawa poster bertuliskan Aksi Bersama NKRI Harga Mati. Dengan berseragam hijau, mereka melakukan aksi di kantor DPRD, dan Polres Gresik.

Usai melakukan orasi, ratusan PC GP Ansor Gresik, akhirnya diterima oleh Ketua Sementara DPRD Gresik, Abdul Qodir, anggota dewan dari Gerindra dr Aslachul Alief, dan anggota dewan dari Parpol Nasdem M.Nasir.

Ketiga wakil rakyat itu, turut berbaur dengan ratusan PC GP Ansor Gresik. Setelah menyampaikan aspirasi dukungannya. Selanjutnya, ormas islam ini menuju ke Polres Gresik dengan berjalan kaki.

Saat melakukan orasi di depan Mako Polres Gresik. Kapolres AKBP Wahyu S.Bintoro menemui ratusan pendemo PC GP Ansor Gresik. Dihadapan para pendemo, perwira menengah itu berbicara anggotanya telah membubarkan kegiatan pendemo yang membawa bendera khilafah tanpa izin.

“Saat ini kami masih melakukan pedalaman terkait dengan kasus tersebut. Dirinya berterima kasih kepada PC GP Ansor Gresik,” ujarnya, Jumat (6/09/2019).

Setelah memberikan penjelasan selama kurang lebih 25 menit. AKBP Wahyu S.Bintoro menjamin akan mengawal terus kasus ini.

“Kami minta dukungan kepada rekan-rekan Ansor Gresik yang telah membantu pihak kepolisian dalam menjaga keutuhan NKRI,” paparnya.

Ditindaklanjuti pawai tidak ada izin. Semua lehiatan di muka umum ada pemberitahuan 3×24 jam dicek tidak ada izin baik dari Polsek maupun Polres. Tidak ada izin harus dilakukan pembubaran fokus menertibkan kegiatan ada banner we the world khilafah semua itu masih dalam pendalaman

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Gresik, Agus Junaidi Hamzah menyatakan terkait dengan aksi ini. Pihaknya akan menunggu proses yang dilakukan oleh Polres Gresik.

“Kami akan terus mengawal proses yang dilakukan oleh Polres Gresik. Jika sampai tidak ada progresnya Ansor kembali turun ke jalan,” tandasnya.

 

Pengibaran Bendera Tauhid

Sebelumnya dua anggota polisi yakni Bripka Serli dari Satlantas Polres Gresik, dan Kanit Intel Polsek Kebomas, Bripka Bambang, menurunkan bendera khilafah di bunderan Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Minggu (01/09/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun penurunan bendera khilafah itu berawal saat 15 orang pemuda melakukan kegiatan di bunderan Perum GKB.

Di tengah-tengah melakukan kegiatan tersebut, tiba-tiba ada pemuda yang mengibarkan bendera khilafah.

Mengetahui ada kegiatan sambil mengibarkan bendera khilafah.

Kegiatan tersebut terlihat oleh anggota Satlantas Polres Gresik, Bripka Serli yang saat itu sedang piket.

Mengetahui ada orang membawa bendera khilafah. Selanjutnya,

Bripka Serli melaporkan kejadian tersebut ke Kanit Intel Polsek Kebomas, Bripka Bambang.

Kemudian kedua polisi itu, dibantu anggota lainnya mendatangi pemuda yang membawa bendera khilafah lalu dibawa ke Polres Gresik. Setelah tiba di polres, dari lima belas pemuda tersebut. Ada sepuluh pemuda yang menjalani pemeriksaan yang dipimpin Kanit Intel Polres Gresik, Aiptu Darminto. Hingga saat ini, kesepuluh pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

Adapun sepuluh pemuda yang diperiksa itu antara lain M.Muchsin H.R (35), M.Haris (24), Akbar Hidayatulloh (37), Abdul Rahman Chasbulloh (38), Firdaus Fadidi (41), Heru Triyuwono (35), Fatur Rozi (38), Yani Rizki Arto (27), M.Afif Rudi (41), dan Siswoyo Arif Munandar (26).

Selain memeriksa pemuda diatas. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya satu buah poster bertuliskan pejuang islam, dua buah kunci kendaraan bermotor, sembilan buah ponsel, dan dua buah buku bertuliskan Taqiyudinan Nabhani.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro membenarkan adanya penurunan bendera khilafah yang dilakukan oleh anggotanya.

“Dasar kami menurunkan bendera khilafah serta membubarkan kegiatan tersebut karena tidak memiliki izin kegiatan sesuai Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” tuturnya.

Alumnus Akpol 1998 itu juga menuturkan, saat ini semua pemuda itu masih menjalani pendalaman pemeriksaan di Polres Gresik.

“Mereka masih menjalani pemeriksaan,” pungkasnya

You might also like