Menko Maritim, Luhut B Panjaitan Tugaskan Salah Satu Stafnya untuk Menangani Kasus Pelabuhan Marunda

Jakarta – Forumkeadilan.com, 2 September 2019. Kisruh Pelabuhan Marunda masih belum berujung. Pelabuhan yang digadang gadang sebagai suporting pelabuhan Tanjung Priok tersebut kasus hukumnya kini dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA) dan menunggu putusan.

Sebelumnya Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi menegaskan pihaknya sedang memperjuangkan kebenaran terkait sengketa pembangunan dermaga di Pelabuhan Marunda melalui jalur kasasi di Mahkamah Agung. “Walaupun sudah kalah dua kali, kami berkeyakinan kebenaran itu pada saatnya nanti akan terungkap,” kata Widodo kepada puluhan wartawan saat mengunjungi pembangunan dermaga di Pelabuhan Marunda.

Widodo juga menegaskan akan meneruskan proses pembangunan yang saat ini tengah menyelesaikan pear 2 dari 3 pear yang direncanakan. Menanggapi persoalan itu, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan kepada wartawan yang mencegatnya di kantor Kemenko Maritim, Jl MH Thamrin Jakarta Pusat menegaskan proyek tersebut masih berlanjut.

Aktivitas pembangunan Pier 2 kawasan terminal umum pelabuhan Marunda, Jakarta (Abdul Farid)

Mengenai persoalan yang masih melilit dan Luhut pernah melontarkan pernyatakan akan memanggil para pihak, menjawab itu Luhut menyatakan tengah diurus legalnya. “Ya, akan dipanggil. Sedangkan diurus legalnya oleh Pak Lambok,” sambil menunjuk Lambok V Nahattands yang mendampinginya.

Sebelumnya pada bulan Juli, Menko Maritim yang ditanya soal sengkarut KCN mengatakan akan memanggil kedua belah pihak. “Kita lagi urus. Kita akan panggil dua-duanya,” kata Luhut pada 2 Juli lalu. Sementara itu, Lambok yang dikonfirmasi lebih lanjut soal legal yang tengah diurusnya tak mau menjelaskan lebih lanjut. “Nanti saja,” ujarnya singkat sambil berlalu.

Untuk diketahui pelabuhan Marunda merupakan proyek strategis nasional yang saat ini belum bisa menyelesaikan pembangunan karena terganjal persoalan hukum. KCN yang merupakan kongsi antara KTU dan KBN saat ini masih menunggu proses hukum dalam tahap kasasi. Padahal pelabuhan Marunda sengaja dibangun untuk mendukung kegiatan pelabuhan international Tanjung Priok.

Pelabuhan Marunda dikhususkan untuk barang curah. Berbagai kendala terus menghadang namun KCN terus menjalankan komitmennya. “Di era ini, harus diberi kepercayaan dan dijamin, investor dilindungi secara hukum. Jika tidak, investor yang diharapkan oleh bapak Presiden Joko Widodo tidak akan masuk ke Indonesia,” pungkasnya. Jir/far

You might also like