Lima Pimpinan KPK Terpilih

Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Nurul Ghufron terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk empat tahun mendatang.

Nurul Ghufron baru saja hendak menunaikan salat di area makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Assegaf di Cikini, Jakarta Pusat, ketika kabar itu tiba, Jumat (13/9/2019) dini hari.

Ghufron langsung mendapat ucapan selamat dari lima orang kawan yang mendampinginya di makam tersebut. “Saya bersama teman-teman sarkub, sarjana kuburan. Saya berangkat setengah dua belas malam dan sampai jam satu dini hari. Setelah pengumuman baru saya salat,” kata Ghufron.

Ghufron sempat tak percaya dengan kabar itu. Dia merasa mampu menjadi anggota KPK. “Tapi ini persoalan politik. Terpilih atau tidak terpilih itu persoalan politik, bukan persoalan kemampuan,” katanya

Komisi III DPR telah memutuskan lima nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemilihan capim KPK jilid V ini diambil melalui mekanisme pemungutan suara (voting).

“Dengan ini telah didapatkan lima nama calon pimpinan KPK,” kata anggota Komisi III DPR, Azis Syamsuddin selaku pimpinan sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 13 September 2019.

Lima capim KPK terpilih ialah Alexander Marwata, Irjen Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, dan Nurul Gufron.

Alexander Marwata mendapatkan 53 suara. Dia merupakan capim petahana yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua KPK.

Irjen Firli Bahuri mendapatkan 56 suara. Firli merupakan capim dari unsur Kepolisian. Saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatra Selatan.

Nawawi Pomolango mendapatkan 50 suara. Dia saat ini berprofesi sebagai hakim.

Lili Pintauli Siregar mendapatkan 44 suara. Lili saat ini berprofesi sebagai advokat.

Nurul Ghufron mendapatkan 51 suara. Dia merupakan capim dari kalangan akademisi.

Pemungutan suara ini diikuti oleh 56 anggota Komisi III. Mekanismenya, setiap anggota Komisi III diberikan kertas suara untuk memilih lima dari 10 capim.

Suara anggota yang memilih lebih dari lima nama akan dianggap tidak sah. Setelah terpilih lima nama capim KPK, Komisi III langsung menggelar voting untuk pemilihan ketua KPK jilid V.

You might also like