Istri Sah Murka Dituduh Sebarkan Foto Bigil Istri Siri Anggota DPRD Kabupaten Malang

Cinta terlarang antara anggota DPRD Malang berinisial KUN, dengan perempuan berinisial SW berbuntut panjang setelah muncul foto-foto tanpa busana.

KUN yang sudah memiliki istri sah, kemudian nikah siri dengan SW di Pasuruan. Alhasil, perselingkuhan KUN dengan SW tercium oleh istri sah KUN yang berinisial EW. Singkat cerita, SW yang foto-fotonya sedang dalam kondisi tanpa busana atau bugil, kemudian mengadukannya ke Polres Malang.

Dalam aduhannya ke Polres Malang SW tak hanya mengadukan soal penyebaran foto-foto bugil, tapi juga tentang tuduhan perzinaan.

Berikut adalah fakta-fakta penting tentang cinta segitiga yang melibatkan KUN, EW, dan SW :

SW sering diajak KUN ketika ada kunjungan kerja dewan. Kisah cinta terlarang KUN dan EW berjalan makin jauh. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengikat cinta ini dengan tali pernikahan, tapi secara siri. Mereka mendatangi ustaz di Pasuruan untuk dinikahkan secara siri.

Tak urung istri sah murka dan tersebarlah foto bugil istri siri itu. SW pun mengadukan penyebar foto bugil itu.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang mengutus Tim 7 dalam kasus dugaan penyebaran foto bugil istri siri Anggota DPRD Kabupaten Malang. Kepastian itu disampaikan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Muslimin, Kamis (12/9/2019) petang.

Kata Muslimin pada awak media di kantor PKB Jalan Panglima Sudirman, Kota Kepanjen, tim 7 akan dipimpin Ketua Dewan Syuro PKB, Dr.Agus Salim. “Tugas tim 7 ini melakukan investigasi internal atas kasus yang berkembang,” ungkap Muslimin.

DPC PKB memberi waktu lima hari pada tim 7, harus sudah ada klarifikasi dari kedua belah pihak. “Nanti kita temui sendiri-sendiri. Baik dari laki-laki dan pihak perempuan. Baru kemudian kita pertemukan. Dari sini nantinya, akan kita keluarkan rekomendasi setelah dilakukan rapat pleno di DPC PKB,” tegasnya.

Muslimin melanjutkan, sekarang yang berkembang di masyarakat, masih versi dari pihak pengadu atau WIL nya. Dari pihak teradu masih belum.

“Hari ini kita berupaya menemui kedua belah pihak dulu. Soal sangsi, kita tunggu dari hasil investigasi tim 7 dulu. Sejauh mana pelanggaran etiknya. Pasti ada rekomendasinya melalui pleno. Kita kembalikan bentuk sangsi sesuai AD/ART partai. Tentunya setelah ada hasil investigasi,” ujarnya.

Ditanya seputar langkah hukum DPC PKB apabila sudah ditangani Polres Malang? Muslimin mengaku akan berupaya mengambil langkah mediasi lebih dulu.

“Kita berupaya untuk mediasi dulu. Kita usahakan mediasi lah, selambat-lambatnya lima hari setelah ada rekomendasi dari tim 7,” pungkas Muslimin

You might also like