Dirjen Imigrasi Puji Satgas Saber Bongkar Sindikat Pungli di Kantor Imigrasi

Bandung – Forum Keadilan.com, Sindikat jual-beli nomor antrean permohonan pembuatan paspor di kantor Imigrasi Bandung berhasil diungkap jajaran Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polres Bandung. Praktek pungli yang sudah terjadi sejak lama ini sering menjadi keluhan para pengurus dokumen Paspor Gerak cepat dan keberhasilan Satgas Saber Pungli Jabar langsung mendapat apresiasi dan dipuji Dirjen Imigrasi Dr Ronny Franky Sompie.SH,MH .

Saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang dilakukan oleh Polrestabes Bandung membantu Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Bandung dalam mengungkap kasus ini. “Kami juga sangat berharap, Polda Jabar, Polrestabes Bandung serta Polres di jajaran Polda Jabar dapat membantu upaya pelacakan dan pengungkapan kasus serupa dengan modus memanfaatkan sarana pendaftaran paspor online di seluruh Kantor Imigrasi se Jawa Barat,” ujar Ronny Sompie di Jakarta.

Ronny juga menegaskan bahwa sindikat jual beli antrian pengurusan paspor harus diungkap. Karena praktek curang mereka tidak bisa ditolerir dan merugikan masyarakat.  “Ini sangat keterlaluan, upaya memberikan pelayanan sebaik apapun kalau dimainkan oleh sindikat seperti ini, perlu upaya penegakan hukum yg dapat memberikan efek jera bagi para pelakunya,” ujar Ronny Sompie di Jakarta.

Menurut Ronny, lembaganya Dirjen Imigrasi akan bekerjasama dengan Mabes Polri, khususnya Bareskrim Polri dan Baintelkam Polri. Kerjasama antara Imigrasi dan Mabes Polri ini untuk mengungkap kasus pendaftaran layanan paspor secara online yang diperjualbelikan dan mengganggu pelayanan masyarakat yang ingin mengajukan permohonan paspor sesuai keperluannya di seluruh Indonesia. “Saya akan bekerjasama dengan seluruh TIM SABER PUNGLI Polda se Indonesia, agar bisa juga menindak siapa saja yang terlibat dalam kasus ini,” tegas Ronny.

Warga menjalani sesi pemotretan dan pemindaian sidik jari oleh petugas saat akan membuat paspor baru di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (20/8/2019)-TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

Lebih lanjut Ronny mengatakan bahwa ini adalah kasus kedua, setelah sistem pendaftaran online ini pernah juga diungkap adanya perbuatan serupa oleh sindikat yg tidak bertanggung jawab seperti ini.“Apabila ada pejabat imigrasi yang terlibat kasus ini, semua diserahkan kepada penyidik Polda dibawah koordinasi TIM SABER PUNGLI untuk meneruskan proses penyidikannya sampai ke pengadilan,” tegas Ronny yang pernah menjabat Kadiv Humas Mabes Polri itu. Tujuannya, lanjut Ronny adalah memberikan efek jera kepada orang-orang yang terlibat sindikat yang memanfaatkan IT dalam sistem pendaftaran paspor online yg masih terus dibangun dan diperbaiki oleh Ditjen Imigrasi.

Sementara itu Kepala Tim Tindak Unit II Satgas Saber Pungli Jabar AKBP Basman di Kantor Imigrasi Bandung, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Jumat (6/9/2019) menjelaskan bahwa pihaknya bergerak atas laporan yang disampaikan jajaran Divisi Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Jabar terkait sulitnya memperoleh barcode dan nomor antrean sebagai syarat pembuatan paspor. “Kami mendapat laporannya justru dari teman-teman kantor imigrasi, jajaran Imigrasi mengeluhkan selama ini mereka ini jadi korban apa namanya korban komplain lah Komplain dari para pemohon karena aplikasi pendaftaran online itu ternyata sulit untuk masuk sulit untuk mendapatkan nomor antrian atau mendapatkan barcodes secara online,” ujar Basman.

Atas dasar itu, tim Satgas Saber Pungli Jabar bergerak menyelidiki dan mengungkap tiga orang yang membeli nomor antrean kepada seseorang atau penjual nomor antrean.  Sebelumnya Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Jawa Barat (Satgas Saber Pungli Jabar) menyelidiki praktik jual beli nomor antrean permohonan paspor di Kantor Imigrasi Bandung, Jawa Barat. Akibat praktik tersebut masyarakat kesulitan membuat paspor. (Ipah Musrifah)

You might also like