Diduga Lakukan Pungli Surat Nikah, Tiga Oknum KUA Surabaya Dimutasi

Dugaan pungli oleh petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Karangpilang, Surabaya beberapa waktu lalu sempat menghebohkan warga. Kini Kementerian Agama melalui kantor wilayah Jawa Timur melakukan pemindahan tugas tiga oknum KUA Karangpilang, Surabaya. Tak hanya itu, KUA Karangpilang juga memberikan duplikat surat nikah ke Apriska.

Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Surabaya, Moh Amak Burhanudin mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan saran dari Kemenag sehingga 3 orang petugas KAU Karangpilang tersebut harus dimutasi. “Teman-teman yang kita duga yang mengurusi bagian duplikat surat nikah, kita rekreasi tugas (mutasi) agar tidak malah meruncing, ini saran dari Kemenag,” katanya, Jumat (6/9/2019).

Amak menuturkan meskipun petugas tersebut tidak menerima uang dan hanya sekedar menyampaikan, namun ini sudah menjadi hal yang vatal. “Ya mungkin khilaf, daripada kita negur satu-satu mending dan tidak bisa menuduh petugas yang mana, akhirnya kita rangkul semua, kita rekreasikan tugas,” terangnya.

Ketiga petugas KUA Karangpilang tersebut dipindah di tiga tempat yang berbeda. “Mereka direkreasikan tugas ke Dukuh Pakis, Wonokromo, dan juga Gayungan, kalau kita kumpulkan lagi ketiganya ya tidak mungkin,” ungkapnya.

Sementara itu untuk Kepala KUA Karangpilang, menurut Amak, yang memutuskan adalah Inspektorat Jenderal Kemenag. Usai hasil penyelidikan oleh petugas Kemenag, laporannya pun disampaikan ke Sekjen. Kemudiann Sekjen akan men-SK-kan urusan dari pihak Kemenag.

“Untuk kepala KAU-nya kami tidak tahu seperti apa, apakah ada sanksi atau tidak. Karena menunggu keputusan dari pusat. Juga orang-orang yang di-BAP, masih dalam praduga tak bersalah,” terangnya.

Selain itu Amak mengaku juga sudah meminta maaf kepada Apriska dan sudah mengakhiri segala permasalahan ini dengan damai. “Kami kemarin sudah meminta maaf kepada mbak Apriska dan juga sudah membuatkan duplikat buku nikah secara gratis. Alhamdulillah sudah bersepakat untuk mengakhiri permasalahan ini,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Apriska hendak mengurus duplikat surat nikah. Pasalnya surat nikah miliknya itu terbakar. Dari informasi yang diperoleh Apriska di KUA Karangpilang pada Senin (2/9/2019) ternyata oleh petugas KUA dimintai uang Rp 250 ribu.

Uang Rp 250 ribu tersebut untuk membantu kepengurusan duplikat surat nikah. Padahal terpampang jelas dan besar bahwasannya mengurus duplikat surat nikah sudah gratis atau Rp 0. Karena tak terima, Apriskan pun tidak memberikan uang kepada oknum petugas tersebut.

Kemudian Apriska menulis status tentang permintaan uang Rp 250 ribu tersebut di Twitter. Walhasil, status tersebut pun viral dan Kementerian Agama membaca keluhan Apriska.

 

Diperiksa Kejaksaan

Kasus serupa juga pernah terjadi di Sampang Madura. Empat orang Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Sampang diperiksa oleh Kejaksaan Negeri. Pemeriksaan dilakukan lantaran diduga terlibat pungutan liar (pungli) duplikat kartu nikah.

Edi Sutomo, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sampang, saat ditemui di ruang kerjanya membenarkan jika pihaknya sedang menangani kasus dugaan pungli kartu nikah.

“Sudah empat orang kepala KUA yang kami periksa, sementara ini kami masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket),” terangnya, Kamis (13/6/2019).

Labih lanjut Edi menambahkan, kasus dugaan pungli ini berawal dari adanya pengaduan masyarakat (Dumas) kepada Kejaksaan sekitar bulan Januari 2019 lalu.

“Kalau Pulbaket ini selesai baru akan kita naikan ke penyelidikan, dan kami masih mengagendakan pemanggilan Kepala Kemanag Sampang serta kepala KUA lainya,” pungkasnya

You might also like