Dalam Satu Hari Dua Bupati Diciduk KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi maraton terhadap dua kepala daerah pada awal pekan ini. Keduanya adalah Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Suryadman Gidot, dan Bupati Muara Enin, Sumatra Selatan, Ahmad Yani.

Suryadman ditetapkan sebagai tersangka suap proyek di pemerintahannya bersama enam orang lainnya. Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Bengkayang Alexius serta lima orang pengusaha, yakni Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Fat, dan Pandus.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, penetapan tersangka berdasarkan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (3/9). “KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tujuh orang sebagai tersangka,” kata Basaria, Rabu (4/9).

Dalam perkara ini, kata Basaria, tim KPK menyita uang sebanyak Rp 336 juta berbentuk pecahan 100 ribu. Tim juga mengamankan barang bukti lain berupa telepon genggam dan buku tabungan.

Suryadman diduga meminta uang kepada Alexius dan Kadis Pendidikan Kabupaten Bengkayang Agustinus Yan masing-masing Rp 300 juta. Uang itu sebagai timbal balik penunjukan langsung tambahan APBD Perubahan 2019 kepada Dinas PUPR sebesar Rp 7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp 6 miliar.

Alexius pun meminta uang itu kepada para pengusaha yang mengerjakan proyek di dinasnya. Pada Selasa (3/9) sekitar pukul 10.00 WIB, tim KPK mendapatkan informasi akan ada penyerahan uang kepada Suryadman di mes Pemerintah Kabupaten Bengkayang.

KPK kemudian mengamankan Suryadman, ajudan Suryadman (Risen Sitompul), Alexius, Fitri, dan Sekda Bengkayang Obaja. KPK juga mengamankan uang Rp 336 juta. Selanjutnya, KPK menangkap tersangka lainnya.

You might also like