Bos MLM Q-Net Yang Sekap Korban Diciduk Polres Lumajang

Tim Cobra Polres Lumajang menangkap M Karyadi (48) asal Kebonsari – Madiun yang melakukan penipuan puluhan warga dengan dalih bisnis Multi Level Marketing (MLM) Q-Net.Pasalnya, selain menipu warga Kota Pisang, tersangka melakukan peyekapan terhadap korbanya.

Informasi dihimpun di Mapolres Lumajang, Rabu (4/9/2019), tersangka mengiming-imingi korban dengan melakukan ivestasi dan jualan produk. Bahkan, sejumlah korban diajak ke Madiun untuk bekerja dan jualan produk dijanjikan gaji Rp. 3 juta sebulan.

Terungkapnya kasus ini, adanya laporan warga yang anaknya hilang saat ikut bisnis Q-net. Setelah dilacak, korban berada di Madiun dan diminta tinggal disebuah rumah. “Dari pengakuan korban pernah diminta untuk membayar uang 10 juta rupiah,” kata Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban pada wartawan.

Masih kata dia, dari penyelidikan dan penyidikan, ternyata ada bisnis money games. Para korban dijanjikan uang dan barang sebagai bonus tetapi tidak pernah ada kepastian.

“Dari para korban, mereka ikut bisnis ini banyak yang menjual harta bendanya dan kerugian capai puluhan juta,” ungkap Arsal lulussan S3 Hukum Bisnis Unpad Bandung itu.

Kini tersangka ditahan di Mapolres Lumajang untuk penyidikan lebih lanjut. Dia dijerat pasl 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara.

Setelah penangkapan MK,  rumah mewah pelaku yang bercat putih di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, tampak sepi. Hanya ada beberapa pria berada di dalam rumah tersebut. Ada yang sedang membersihkan rumput, membersihkan kandang hewan peliharaan, dan ada juga seorang petugas yang duduk di pos penjagaan.

Rumah mewah bos MLM Q Net

Sekretaris Desa Singgahan, Joni Anwar, mengatakan rumah mewah tersebut sepi pasca dilakukan penggeledahan oleh tim kepolisian dari Polres Lumajang, beberapa waktu yang lalu. “Terakhir kali ada pertemuan, lima hari sebelum penggeledahan. Masih ada kegiatan pertemuan,” kata Joni, Jumat (6/9/2019).

Joni mengungkapkan sebelum penggeledahan, masih ada aktifitas di rumah dan gedung pertemuan yang lokasinya berjarak sekitar 50 meter ke arah timur, dari rumah MK. Di gedung pertemuan yang bercat kuning itu, dijadikan tempat untuk menggelar seminar tentang bisnis Q-net. “Pertemuannya setiap malam Minggu dan malam Rabu. Tetapi terakhir malam Selasa kemarin itu ada pertemuan,” katanya.

Joni menyebut jika para tetangga dulu juga sempat tergiur. Mereka bahkan membayar uang sebesar Rp 9 juta. Setelah membayar, mereka mendapat alat kesehatan. Namun untuk mendapatkan keuntungan, para tetangganya itu disuruh merekrut dua anggota baru. “Banyak warga sekitar yang akhirnya mundur. Karena mereka tidak bisa merekrut anggota baru,” pungkasnya

 

You might also like