Bos CIMB Sekuritas Diperiksa Kejakgung Terkait Bobolnya Dana Bank Syariah Mandiri Cabang Sumut

Jakarta – Forumkeadilan. Com. Terkait penyidikan kasus dugaan korupsi Bank Syariah Mandiri pada Kantor Cabang Pembantu Simalungun – Sumatara Utara, tim penyidik Kejaksaan Agung kembali memeriksa sejumlah saksi, di Gedung Bundar, Kejagung, Kamis (05/09/2019).

Diantaranya, Direktur PT Suka Damai Lestari (SDL), Handoko Setiawan dan Ira Darmawan dari Associate Director at PTCIMB Sekurites Indinesia. Hal itu dibenarkan oleh Kapuspenkum Kejakgung RI, DR. Mukri., SH., MH ketika dikonfirmasi FORUM pada Jumat 6 september 2019.

Dalam kesempatan tersebut Mukri menjelaskan bahwa saksi Handoko diperiksa terkait penjualan lahan yang dibeli PT Tanjung Siram (TS) dari dana pembiayaan Bank Syariah Mandiri KCP Simalungun.

Adapun pembiayaan tersebut diduga berbau korupsi. Karena agunan yang dijadikan jaminan PT TS kepada Bank Syariah Mandiri tidak mencukupi untuk fasilitas pembiayaan selama tujuh tahun hanya Rp931 juta.

Selain itu, lanjut Mukri, pemberian pembiayaan yang semestinya dicairkan secara bertahap, tapi dilakukan sekaligus sebesar Rp35 miliar.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Dr. Mukri, SH., MH (Abdul Farid)

“Kemudian di 2014 pembiayaan mengalami kategori kolektibilitas 5 dan agunan tidak cukup untuk pengembalian pinjaman sehingga diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara,” kata Mukri yang juga mantan Wakajati DIY.

Sedangkan saksi Ira Darmawan, diperiksa terkait pemberian fasilitas pembiayaan oleh CIMB Sekuritas kepada Fundamental Resources.

Kasusnya berawal pada 2013 sampai 2015, PT Danareksa Sekuritas dan empat entitas anak perusahaannya memberi fasilitas pinjaman kepada debitur perusahaan swasta.

“Namun pemberian pinjaman tersebut diduga dilakukan dengan melawan hukum atau melanggar prosedural,” Tegas Kapuspenkum.

Akibatnya pemberian fasilitas pembiayaan tersebut mengalami gagal bayar (non performing loan) yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp100 miliar. Abdul Farid

You might also like