1.854 Kendaraan di Lhokseumawe Terjaring Razia Operasi Patuh Rencong 2019

FK, Lhokseumawe – Dalam Operasi Patuh Rencong 2019 yang digelar selama 14 hari di Kota Lhokseumawe, sejak 29 Agustus sampai 11 September 2019, sebanyak 1.854 pengendara kendaraan terjaring razia.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Lantas AKP Widya Rachmad Jayadi, S.Ik, Rabu (18/9) mengatakan, total pelanggaran itu merupakan jumlah dari pengendara sepeda motor dan mobil.

Kemudian ia menyebutkan, para pelanggar lalu lintas itu dikenakan sanksi tilang dan teguran. Hasilnya untuk tilang 1.505 dan teguran 349, jumlah totalnya 1.854 pengendara motor dan roda empat.

Sementara itu ia menyebutkan, dari hasil razia yang digelar di sejumlah titik di wilayah Kota Lhokseumawe pegawai Negeri Sipil yang melanggar mencapai 302 kali, Karyawan swasta yang melanggar mencapai 808 kali, sementara Pelajaran dan Mahasiwa 551 kali, Kemudian lain-lain mencapai 144 kali.

Ia mejelaskan, dalam operasi Operasi Patuh Rencong 2019 ini pengendara motor di Kota Lhokseumawe menjadi penyumbang terbanyak yang melanggar lalu lintas.

“Untuk pelanggar, masih didominasi kendaraan roda dua sebanyak 1.432 kali, kemudian untuk roda empat sebanyak 373 kali,” Jelasnya.

Kasat Lantas menyebutkan, pelanggaran yang kerap dilakukan pengendara selama Operasi Patuh Rencong adalah tidak pakai helm SNI, kemudian melawan arus dan pengendara dibawah umur.

Kemudian ia menjelaskan, penindakan pelanggaran ini merupakan cara kepolisian untuk menekan angka kecelakaan, serta menjaga keamanan ketertiban dan kelancaran lalulintas.

Razia Operasi Patuh Rencong dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat guna mewujudkan kamsebtibcarlantas. Melalui upaya penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap pelanggaran lalu lintas diharapkan dapat mendorong meningkatnya kamsemtibcar lantas serta kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. (54-YU).

You might also like