Sedang Bertugas Di Hari Kemerdekaan, Polisi Surabaya Dibacok

Seorang Polisi petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wonokromo, Surabaya, diserang dan dibacok, Sabtu (17/8/2019). Aksi penyerangan terhadap anggota Polisi ini dilakukan sekitar pukul 17.30 WIB.

Giono (49) tukang becak menjelaskan, sore tadi terdapat gerombolan yang juga diwarnai suara keramaian.

“Gak jelas kenapa ada keramaian. Tapi ada suara teriakan, awas-awas, tolong, gitu,” katanya kepada beritajatim.com.

Menurut pengamatan beritajatim.com di sekitar lokasi, seluruh pintu gerbang tertutup dan jurnalis dilarang masuk.

Nampak petugas dari satuan Respatri Polrestabes Surabaya mengawasi dan menjaga ketat pintu.

Para petugas saat ditanya enggan memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Hanya saja nampak banyak bercak darah di lantai depan pintu SPKT. Para petugas pun melakukan identifikasi dengan mengambil gambar dan contoh darah

Pelaku Ditangkap

IM alias Imam Mustofa (31) warga Sumeneb Madura akhirnya dibekuk usai membacok Polisi di Polsek Wonokromo, Surabaya, Jatim, Sabtu (17/8/2019).

IM diketahui melakukan pembacokan Polisi sekitar pukul 17.00 WIB. Selain melukai Polisi, terduga pelaku juga diduga membawa barang berupa kertas print bergambar logo ISIS.

“Saya tidak tahu kalau Polisi meminta saya jadi saksi penggrebekan dugaan kasus terorisme,” jelas Ainun Arif (43) ketua RT 3, RW II, Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, kepada beritajatim.com.

Ketua RT ini juga menjelaskan, pada pemeriksaan atau penggeledahan sekitar pukul 18.45 WIB petugas mengamankan FT (35) istri terduga beserta tiga anaknya.

“Saat digeledah istri IM beserta anaknya sedang nonton televisi. Selanjutnya petugas menggeledah kamar kos,” lanjutnya.

Seperti yang dijelaskan Ainun Arif, pihak kepolisian tak menjelaskan barang hasil penggeledahan dan dugaan kasus yang menjerat IM.

IM sendiri saat keluar siang tadi juga tak nampak ada perubahan yang mencolok. Saat ditanya, IM mengaku ingin mengantar dan mengambil sisa barang dagangan.

“IM ini cukup dekat dengan saya karena kosnya bersebelahan dengan rumah saya. Dulu sering ngobrol dan IM juga tak nampak ada kegiatan yang mencolok di rumah kosnya,” tandasnya ke beritajatim.com

You might also like