Komandan Brimob Akui Anak Buahnya Pukuli Warga, Karena Dipukul Duluan

Insiden penyerangan panitia 17 Agustusan dan Ketua RT serta sejumlah warga di Villa Citra Bantarjati Blok A RT 06 RW 11, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, mendapat tanggapan dari Komandan Resimen II Pelopor, Kedung Halang Bogor, Kombes Pol Abu Bakar.

Kombes Pol Abu Bakar mengakui beberapa oknum Brimob memukul warga di Villa Citra Bantarjati, Kota Bogor.

Menurut Abu Bakar, anak buahnya tidak bermaksud melakukan penyerangan. Mereka hanya mempertahankan diri saat dipukul warga.

Insiden itu bermula saat anggota Brimob dipukul warga karena menabrak bamper mobil yang diparkir di badan jalan.

Warga yang melihat kejadian itu langsung menyerang oknum Brimob dan memukulinya.

Tak lama, beberapa anggota Brimob yang lain datang memberikan bantuan. Mereka juga memukul beberapa warga, termasuk panitia 17 Agustusan dan Ketua RT setempat.

Menurut Kombes Abu Bakar, masalah itu sudah dimediasi dan berakhir damai. “Kapolres sudah bilang, jangan diperpanjang, ini salah paham semua. Aku ikut aja sama kapolres. Anak buah saya dipukul duluan kok, karena gak mungkin lah, gak mungkin aparat mendahului. Makanya saya kaget jadi kami yang dipojokkan,” katanya kepada pojokbogor saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (18/08/2019).

Abu bakar menyesalkan sikap masyarakat yang balik menuduh anggota Brimob yang memulai insiden itu. Padahak, anggota Brimob yang dipukul duluan.

“Saya selalu perintahkan untuk tidak membuat masyarakat resah. Saya sudah wanti wanti dari awal,” katanya.

Ia menegaskan kembali bahwa masalah itu sudah selesai. Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kemanan dan ketentraman di Kota Bogor.

“Intinya dari kapolres sudah damai, sudah dimediasi. Ya kita mengajak untuk menjaga perdamaian lah di kota bogor ini,” pungkasnya.

You might also like