Jumlah Korban Pemukulan Belasan Oknum Aparat di Bogor Jadi 5 Orang

Warga yang menjadi korban pemukulan oknum aparat di Bogor ternyata lima orang.

Mereka dihajar oleh belasan oknum aparat saat melaksanakan perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2019 di Villa Citra Bantarjati Blok A RT 06/11, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor.

Lima warga yang babak belur dihajar oknum aparat yakni Hapid, Nurhidayat (panitia 17 Agustusan), Mamik dan Catur (warga setempat) serta Agus Sulaiman (ketua RT).

Para korban dihajar di sela-sela perlombaan 17 Agustusan pada Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.

Warga setempat, Muhamad Miftah mengatakan, kejadian bermula saat
pelaku yang mengendarai mobil bersama tiga kerabatnya menabrak mobil warga yang tengah terparkir tak jauh dari lokasi perlombaan.

Insiden itu mengakibatkan bemper mobil merk Karimun bernomor polisi B 2327 SKA milik warga rusak cukup parah.

Warga yang melihat kejadian itu langsung menegur pelaku. Namun pelaku justru tak terima.

Kemudian pelaku menelepon seseorang yang diduga orang tuanya yang berdasarkan informasi merupakan aparat di Kota Bogor.

Tak lama berselang, sekitar 20 orang berbadan tegap diduga aparat mendatangi lokasi perlombaan dan meneror warga.

“Kakak saya Ketua RT 04 yang mencoba melerai permasalahan justru malah dipukuli oleh oknum tersebut, sehingga pipi sebelah kiri robek delapan jahitan dan perut memar karena ditendang,” ujarnya kepada wartawan setempat.

Selain Ketua RT, sambung dia, beberapa warga bahkan panitia penyelenggaraan perlombaan juga ikut menjadi korban.

Antara lain Hapid (20) dengan kondisi kepala bocor, dan Nur Hidayat (25) selain kepalanya yang bocor matanya juga memar.

Tak puas mengejar warga dan panitia di lokasi kejadian, oknum aparat tersebut juga menggedor pintu ibu-ibu yang tengah mengaji di rumah salah seorang warga.

“Perlombaan akhirnya disudahi karena warga ketakutan, banyak anak kecil terutama ibu-ibu yang trauma,” bebernya.

Usai mengacak-acak lokasi kejadian, tambahnya, para oknum aparat yang masih mengenakan seragam tersebut langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Korban yang terluka langsung dilarikan ke RS PMI untuk mendapatkan pengobatan. Untuk pelaporan kepada pihak kepolisian menurut Miftah belum dilakukan.

“Untuk pelaporan dari pihak korban belum ada, karena salah satu korban, Pak RT, sempat di bawa ke Polsek Bogor Utara untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga saat ini kepolisian masih bungkam terkait kejadian tersebut.

 

You might also like