Honor Perawat Dikorupsi, Kantor Dinas Kesehatan Malang Digeledah Kejaksaan

 Dugaan korupsi dana honor perawat di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) se Kabupaten Malang memasuki babak baru. Untuk mencari sejumlah bukti yang dibutuhkan, Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, menggeledah sejumlah ruangan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Jumat (23/8/2019) pagi ini.

Sedikitnya 5 tim dari Kejaksaan di pimpin langsung Kasie Pidana Khusus Kejaksaan Kabupaten Malang, Muhandas Ulimen, memimpin penggeledahan. Sejumlah petugas Intelijen Kejaksaan juga dilibatkan dalam penggeledahan kasus pemotongan dana perawat tahun 2015 lalu.

Sebagai informasi, Kejaksaan Kabupaten Malang sudah menetapkan Kabag Keuangan Dinkes setempat YC (Yohan Charles) sebagai tersangka dalam kasus korupsi Ponkesdes pada Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2015. Kerugian negara dalam hal ini mencapai Rp 670 juta.

Penetapan Yohan ini disampaikan langsung Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Muhandas Ulimen pada 11 Juli 2019 lalu. Namun, saat penggeledahan, Yohan tidak ada di kantornya. Tim Kejaksaan sempat menelopan Yohan. Tapi yang bersangkutan berdalih masih di jalan menuju kantor Dinkes.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Dr.Ratih MMRs mengaku jika Pak Yohan tidak masuk kerja karena sakit. “Pak Yohan ijin sakit kelihatannya. Tidak kelihatan di kantor,” kata Ratih, Jumat (23/8/2019) disela penggeledahan Tim Kejaksaan.

Menurut Ratih, kedatangan tim Kejaksaan terkait kasus Ponkesdes tahun 2015 lalu. Saat itu, Kepala Dinkes masih di jabat Abdurahman. Atas kasus ini, Ratih mengakui juga turut diperiksa Kejaksaan sebagai saksi. “Dua kali saya diperiksa. Kalau penggeledahan baru sekali ini. Sebelumnya juga sempat digeledah KPK,” terang Ratih.

“Penggeledahan kita lakukan mulai pukul 8 pagi. Seluruh ruangan kita geledah. Termasuk ruang Kadinkes, Kabag Keuangan dan Umum,” tambah Kasie Pidsus Kejaksaan, Muhandas Ulimen.

Kata Muhandas, pihaknya mencari kelengkapan bukti yang akan digunakan sebagai penuntutan terkait perkara Ponkesdes.

Sampai berita ini diunggah, Tim Kejaksaan masih melakukan penggeledahan di Kantor Dinkes Kabupaten Malang.

 

Kasus Jaman Pejabat Lama

Usai penggeledahan tiga jam lamanya, Jumat (23/8/2019) pagi, tim Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dr.Ratih MMRs menandatangani surat perintah penggeledahan.

Sejumlah lembar berkas standar operasi penggeledahan (SOP) pun, lalu ditangani dokter Ratih. Pada awak media, Ratih menjelaskan, ada beberapa berkas pencairan dana Pondok Kesehatan Desa (Ponkesfes) tahun 2015 yang dibawa tim Kejaksaan.

“Ada banyak tadi yang disita, berkas dokumen pencairan Ponkesdes tahun 2015. Termasuk surat perintah penggeledahan dari Kejaksaan sudah kita lihat tadi,” terang Ratih.

Menurut Ratih, soal keberadaan Yohan, tadi pagi memang tidak ikut apel pagi. “Sudah ditelpon tadi, katanya sakit. Tidak bisa hadir. Tapi sepertinya beliau koperatif kok. Beliau jabatannya Kasubag Keuangan sejak 2014-2015,” ungkap Ratih.

Ratih menegaskan, seluruh ruang kerja di Dinkes memang digeledah. Tim Kejaksaan membawa atau menyita berkas pencairan Ponkesdes tahun 2015. “Ada 14 bendel berkas tadi yang dibawa Kejaksaan,” katanya.

Ratih menambahkan, dalam kasus Ponkesdes yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 670 juta, pihaknya sudah beberapa kali diperiksa Kejaksaan sebagai saksi.

“Kasus ini kan tahun 2015, yang menjabat Kadinkes saat itu Pak Abdurahman. Saya ditanya perihal Ponkesdes sudah 2 kali ya. Kalau alur potongan dana Ponkesdes saya tidak tahu,” tegas Ratih.

Yang unik, selama penggeledahan berlangsung, lampu di Kantor Dinkes Kabupaten Malang justru padam. Tim Kejaksaan terpaksa harus menggunakan lampu senter untuk mencari berkas dugaan korupsi Ponkesdes.“Lampunya mati ya, saya malah gak nyadar kalau lampunya mati,” Ratih mengakhiri

You might also like