KPK IKLAN

Enzo Anak Pesantren Dipertahankan Sebagai Taruna Akademi Militer

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak keberatan Enzo Zenz Allie tetap dipertahankan sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil). Dengan catatan, Enzo terbukti setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Ideologi Pancasila.

“Kalau dia disinyalir berubah, dia setia kepada negara kesatuan (RI), dia setia pada Pancasila tidak ada masalah,” kata Menteri Ryamizard seusai memberikan kuliah umum di Auditorium WR Supratman Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran”, Sleman, Selasa (14/8).

Kendati demikian, menhan melanjutkan, apabila Taruna Akademi Militer keturunan Indonesia-Prancis itu ternyata tetap mempertahankan paham Khilafah maka dia tetap harus keluar. “Kalau dia tetap mempertahankan khilafah dan yang lain-lain itu dia harus keluar, tidak ada tawar menawar lagi, Pancasila harus nomor satu,” kata Ryamizard.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan TNI AD memutuskan untuk mempertahankan Taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Indonesia-Prancis, Enzo Zenz Allie. “Kami AD (Angkatan Darat) memutuskan untuk mempertahankan Enzo Zenz Allie dan semua taruna Akademi Militer yang kami terima,” kata KSAD saat jumpa pers di Mabesad, Jakarta Pusat.

Jenderal Andika menyebutkan TNI AD sudah melakukan pengukuran terkait indeks moderasi bernegara Enzo Zenz Allie. Hasilnya, Enzo memiliki indeks moderasi bernegara yang cukup baik.

Enzo Anak Pesantren

Sosok Enzo Zenz Allie (18) di mata gurunya merupakan remaja yang rajin beribadah terutama ibadah puasa sunah dan salat tahajud. Bahkan, Enzo kerap bangun lebih dahulu untuk berlatih fisik di lingkungan pesantren.

“Ananda Enzo ini rajin ibadah, saum (puasa) Senin-Kamisnya, puasa daud, salat tahajudnya apalagi salat berjamaahnya tidak ketinggalan. Bisa dikatakan pelanggaran masbuk (telat solat) tidak banyak dibandingkan rekan-rekannya,” ujar Yudhi, guru Bahasa Indonesia Enzo di SMA Pesantren Unggul Albayan, Anyer Serang, Rabu (7/8/2019).

Selain rajin ibadah, Enzo yang kini lolos seleksi Akmil TNI 2019 itu sangat cepat menangkap pelajaran dan menguasai banyak bahasa asing terutama Prancis dan Inggris, Jepang, Arab, Jerman, Italia. Banyaknya bahasa yang dikuasai karena di pesantren diberikan kesempatan.

“Nah, di malam bahasa ada momentum Enzo ini tampil di depan rekan-rekannya pakai bahasa Prancis, itu setiap malam Sabtu. Bahkan, guru pembimbingnya belajar juga sama Enzo,” ucap Yudi.

Enzo pun gigih untuk memperbaiki Bahasa Indonesianya dengan memintanya untuk diberikan waktu tambahan belajar Bahasa Indonesia. “Enzo sangat antusias belajar Bahasa Indoneisa. Sempat dia minta ke saya untuk les privat. Saking ingin bisanya,” kata dia.

 

You might also like