Alumni 212 Siap Membela  Ustad Somad Sampai Titik Darah Penghabisan

 

Video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait salib yang viral di media sosial sejak beberapa waktu lalu belakangan berbuntut panjang. Menanggapi hal itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan Ustaz Abdul Somad (UAS) tak harus meminta maaf terkait ceramah kontroversialnya terkait salib yang dinilai menyinggung agama lain. “Tidak harus minta maaf, tetapi UAS sudah menjelaskan situasinya dan saya kira seruan MUI [Majelis Ulama Indonesia] itu sudah kita anggap cukup dan sudah tidak usah kita perpanjang. UAS juga sudah menjelaskan situasinya,” ujarnya kepada wartawan  di Hotel Sahid, Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat 23 Agustus 2019.

Sementara, terkait proses hukum UAS, Mahfud mengatakan kasus dugaan penistaan agama ini perlu dianalisis oleh pihak kepolisian. Sehingga pihak yang berwenang dapat mengetahui dan seberapa besar tingkat urgensinya untuk memutuskan kasus ini dilanjutkan atau tidak. “Di hukum itu ada mens rea, itu ada niat untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai orang lain. Kedua ada actus reus, nah actus reus-nya sudah ada, tapi mens rea itu dia bicara dalam konteks apa itu akan bisa ditemukan ada mens rea atau tidak,” pungkasnya.

Sementara Persaudaraan Alumni (PA) 212 juga ikut bersuara. Slamet Ma’arif selaku Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 menjelaskan bahwa pernyataan  UAS dilakukan di dalam masjid. Dan dikhususkan untuk jamaah kaum muslimin. “Isinya tentang aqidah dan menjawab pertanyaan jamaah yang bertujuan untuk menguatkan aqidah umat”, Ungkapnya kepada FORUM

 

Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana komentar dan tanggapan dari keluarga besar Persaudaraan Alumni (PA) 212 terkait polemik Video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait salib yang viral di media sosial sejak beberapa waktu lalu itu. Berikut wawancara Abdul Farid dari FORUM dengan Slamet Ma’arif Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 pada Kamis 29 Agustus 2019 di Jakarta. Berikut nukilannya;

Video ceramah Ustaz Abdul Somad terkait salib yang viral di media sosial sejak beberapa hari lalu belakangan berbuntut panjang. Setelah video itu viral, Ustaz Somad dilaporkan ke Bareskrim Polri. Apa komentar Anda?

Untuk dipahami bahwa ceramah UAS itu dilakukan di dalam masjid. Dan dikhususkan untuk jamaah kaum muslimin. Isi ceramah tersebut tentang aqidah dan menjawab pertanyaan dari jamaah. Jadi poinnya ceramah itu bertujuan untuk menguatkan aqidah umat. Menurut saya hal itu sudah sesuai dengan kaidah dakwah. Jadi tidak ada menghina ataupun menodakan agama lain. Ini juga sudah dikuatkan oleh majelis ulama Indonesia (MUI) Pusat. Dimana ketua semua mengetahui bahwa MUI menjelaskan dan menyatakan tidak ada isi ceramah UAS yang menodakan agama lain.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Bareskrim Polri dengan dugaan penistaan agama, pada Senin (19/8/2019). Apa tanggapan Anda?

Menurut kami PA212, Karena tidak menodakan agama lain maka sangat tidak layak masuk dalam ranah hukum. jadi sangat berbabahaya kalau dakwah internal dalam suatu agama bisa dipidanakan. Kalau seperti itu, nanti bisa saja umat Islam melaporkan pendeta yang isi kebaktianya dalam gereja, dan begitu pula agama lain. Oleh karena itu kita berharap kepada semua pihak agar bisa mengklarifikasi kepada siapa yang sebar Vidio itu. Sebeba kalau itu dibiarkan nanti saya khawatir bisaa berpotensi memecah belah antar umat beragama.

Terkait laporan terhadap UAS oleh sejumlah orang atau kelompok ke pihak kepolisian. Pihak Polri sudah membentuk tim untuk menganalisa laporam tersebut. Apa komentar Anda?

Kami dari PA 212 berharap kepada pihak Polri harus menghentikan proses hukumnya. Namun jika proses hukum terkait laporan terhadap UAS itu tetap dilanjutkan pasti akan memicu dan membuat keadaan dalam negeri tidak kondusif. Terutama situasi antar pemeluk agama. Dan kami alumni 212 siap membela dan mengawal UAS. Kami akan kawal UAS sampai titik darah penghabisan jika proses hukum dilanjut. Tidak boleh lagi ada upaya kriminalisasi terhadap ulama. Kami bersama UAS

You might also like