KPK IKLAN

Tiga Kurir Sabu 1 Kg Divonis 45 Tahun Penjara

Tiga kurir sabu divonis 45 tahun penjara. Vonis fantastis ini dijatuhi majelis hakim PN Medan diketuai Erintuah Damanik SH MH, Selasa (23/7/2019).

Ketiga terdakwa yakni Aulia (31) warga Jalan Makmur No 7 B Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Muhammad Irfan (21) warga Jalan Sei Kapuas Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Baru, Kota Medan dan Zahruni (25) warga Jalan Sei Kapuas  Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Mereka masing-masing dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 1 Kg.

Dalam amar putusannya hakim menyatakan, ketiga terdakwa dihukum masing-masing 15 tahun penjara, karena terbukti secara sah bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1)  UU  No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Alasannya, ketiganya tanpa hak atau melawan hukum membeli, menjual, menerima dan menyerahkan narkotika golongan I.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga membebankan ketiga terdakwa dengan membayar denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Putusan tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum Tiorida Hutagaol SH yang sebelumnya menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman 14 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar Subsidair 6 bulan kurungan.

Usai mendengarkan putusan, ketiga terdakwa melalui penasehat hukumnya dari LBH Menara Keadilan menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan dijelaskan bahwa pada Rabu (7/11/2018) sekira pukul 18.00 wib terdakwa Zahruni dan terdakwa Muhammad Irfan menemui terdakwa di samping doorsmeer untuk membeli sabu seberat 1000 gram. Menanggapi hal tersebut terdakwa Aulia  menghubungi Muchtar (DPO) untuk membeli sabu seberat 1000 gram dengan harga Rp400 juta.

Keesokan harinya Muchtar menghubungi  terdakwa dengan mengatakan bahwa sabu akan diantar oleh seorang laki-laki suruhannya ke Jalan Kasuari Kelurahan Sei Sikambing B  Kecamatan Medan Sunggal tepatnya di doorsmer Galaksi.

Tak lama kemudian seorang laki laki suruan Mukhtar (DPO) menghampiri terdakwa Aulia dan mengatakan ini sabu yang abang pesan dari bang Muchtar dan menyerahkan narkotika jenis sabu sebanyak 1 bungkus plastik teh merk Guanyinwang seberat 1000 gram.

Usai sabu tersebut diterima dan disimpan terdakwa Aulia di dalam kotak TV yang ada di kantor doorsmeer tersebut. Lalu kemudian terdakwa menghubungi terdakwa Zahruni dan terdakwa Muhammad Irfan.

Setelah sepakat bertemu Ketiga terdakwa bertemu dengan pembeli (petugas kepolisian) yang menyamar di doorsmeer, saat melakukan serah terima narkotika jenis sabu tersebut ketiga terdakwa langsung dilakukan penangkapan. Kemudian ketiga terdakwa beserta barang buktinya dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya.

You might also like