KPK IKLAN

Rektor IPB Minta Polisi Segera Tangkap Pembunuh Amelia Ulfah

Amelia Ulfah Supandi telah tiada. Alumnus D3 Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Teknologi Industri Benih ini, tewas dibunuh secara keji. Kematian Amelia yang tak wajar itu membuat geram Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria. Ia pun meminta polisi segera menangkap pembunuh Amelia.

Amelia dibunuh dan mayatnya dibuang di pinggir sawah di Kampung Bungbulang Selaeurih, Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Sampai Rabu (24/7/2019), polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku pembunuhan itu.

“Tentu kita berharap agar pelaku bisa segera ditemukan, pelaku yang memiliki niat jahat menurut saya harus segera diungkap,” ujar Satria ditemui di salah satu kegiatan IPB di Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019).

Satria mengaku baru mendapatkan informasi terkait pembunuhan tersebut pada kemarin pagi. Menurut dia, informasi awal yang diterimanya yaitu ada peristiwa pembunuhan terhadap mahasiswa IPB yang sedang melakukan KKN di Sukabumi. “Ternyata setelah dicek lagi informasinya, ternyata alumnnus sekolah kejuruan IPB yang baru mau mendaftar S-1 IPB,” katanya seraya menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya Amelia.

Kematian Amelia yang tidak wajar membuat keluarganya, terutama ayah dan ibunya, tidak tenang. Amelia diduga dibunuh karena hasil visum menunjukkan ada bekas luka-luka dan memar di tubuhnya.

Ayah dan ibu Amelia kini hanya bisa berharap agar pelaku segera menyerahkan diri kepada polisi. Mereka juga menyerahkan penanganan kasus penyelidikan kematian korban dikenal sebagai anak yang baik dan berprestasi itu kepada polisi. “Harapan kami, pertama, orang yang melakukan tindak perbuatan ini kepada anak kami mohon segera sadar dan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib,” kata ayah Amelia di rumahnya, Cianjur, Jawa Barat.

Ibu Amelia, Marsiah juga mengungkapkan hal yang sama. Dia berharap polisi bisa segera menemukan pembunuh putrinya sehingga keluarga bisa merasa tenang. “Mudah-mudahan pelakunya cepat ketahuan, ketemu, soalnya saya ngeri lihat anak saya. Amel orang baik dan saleh. Di sekolah selalu berprestasi dari SD sampai SMA. Makanya bisa masuk IPB dari jalur undangan. Dia terus belajar,” kata Marsiah, seusai pemakaman Amelia di pemakaman umum Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, Jabar.

Sebelumnya, jenazah Amelia ditemukan dalam parit di Kampung Bubulang Selaeurih, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Sukabumi, Senin (22/7/2019) pukul 06.30 WIB. Kondisinya mengenaskan dengan posisi tertelungkup dan pakaian terbuka serta tampak bekas luka aniaya. Diduga, Amelia dibunuh.

Hasil visum et repertum yang dilakukan tim dokter forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi juga mengungkap perempuan itu mengalami kekerasan fisik sebelum meninggal. Ditemukan beberapa luka dan memar terutama di area wajah dan lengan yang diduga akibat kekerasan tumpul.

You might also like