Pelawak Qomar Diadili Karena Palsukan Keterangan Lulus S2 Dan S3

Pelawak senior Nurul Qomar menjalani sidang perdana dugaan kasus pemalsuan dokumen surat keterangan lulus (SKL) program S-2 dan S-3 di Pengadilan Negeri Brebes, Jawa Tengah, Rabu (3/7/2019)

Pada sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, terdakwa Nurul Qomar mengenakan baju atasan kemeja putih dan bercelana gelap.

Pelawak grup empat sekawan ini juga diantar oleh sejumlah kerabat dan anggota keluarganya bersama tiga kuasa hukum.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Brebes Bakhtiar Ihsan Agung Nugroho mengatakan sidang perdana terhadap terdakwa ini dengan agenda pembacaan dakwaan terkait dugaan kasus SKL. Pada sidang tersebut, dipimpin langsung oleh Hakim Ketua PN Brebes Sri Sulastri dengan hakim anggota Dian Meksowati, dan Nani Pratiwi.

“Setelah mendengarkan dakwaan dari JPU, maka dengan ini sidang kami tunda. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Senin (8/7) dengan agenda mendengarkan saksi,” Katanya.

Kuasa hukum terdakwa Furqon Nurzaman mengatakan setelah dilakukan diskusi dengan kliennya, Qomar tidak akan mengajukan eksepsi. “Kita tidak mengajukan eksepsi sehingga pekan depan sidang akan mendengarkan saksi-saksi,” katanya.

Qomar berjanji akan kooperatif dan menjalani proses persidangan hingga agenda putusan. “Insya Allah saya kooperatif dan siap mengikuti tahapan proses sidang,” katanya.

Qomar didakwa melakukan pemalsuan dokumen program S-2 dan S-3. Dokumen tersebut digunakan sebagai syarat menjadi Rektor Universitas Muhadi Setyabudi (UMUS) Brebes pada 2017.

Pihak universitas mengalami kerugian materiil dan berdampak bagi berkurangnya kepercayaan kepada masyarakat kepada civitas UMUS Brebes.

Kronologi Penahanan Qomar

Pelawak Qomar atau Nurul Qomar ditahan di Mapolres Brebes, Jawa Tengah sejak Senin (24/6/2019) malam. Pelawak senior itu ditahan diduga terkait kasus pemalsuan surat keterangan lulus (SKL) S2 dan S3 saat pencalonannya menjadi rektor di Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Jawa Tengah.

“Iya betul (ditahan dan dijemput paksa),” kata Kasatreskrim Polres Brebes AKP Triagung Suryomicho melalui sambungan telepon, Selasa (25/6).

Kasus tersebut terungkap kata dia, setelah adanya laporan dari universitas di mana Qomar menjadi rektor sejak 2017 lalu. Kasus terungkap karena Qomar tidak bisa menunjukan ijazah pascasarjana dan ijazah doktornya.

Ia kemudian menjelaskan pada awalnya, Qomar mengajukan diri untuk menjadi rektor di salah satu universitas di Brebes. Sebagai syarat, Qomar harus melampirkan curriculum vitae.

“Dalam curriculum vitae itu ada surat keterangan lulus program S2 dan S3 dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Sehingga kemudian diterima oleh perguruan tinggi di Brebes ini dan yang bersangkutan (Qomar) menjadi rektor di Brebes,” terang Triagung.

Selanjutnya karena kebutuhan sidang, pihak universitas membutuhkan ijazah S2 dan S3 Qomar. Sayangnya, mantan wakil rakyat itu tidak dapat menujukan ijazahnya.

“Yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan ijazahnya itu,” kata Triagung.

Kemudian pihak perguruan tinggi Brebes pun mengirimkan surat kepada perguruan tinggi di Jakarta di mana Qomar mengaku menempuh pendidikan pascasarjana dan doktor dan mengeluarkan surat keterangan lulus S2 dan S3.

“Dapat balasan bahwa surat keterangan itu adalah tidak benar. Jadi bukan ijazah ya, tapi surat keterangan lulus (yang dipalsukan Qomar),” jelasnya.

Karena hal tersebut, sambungnya, kemudian pihak Universitas Muhadi melaporkan kepada kepolisian. Setelah itu, ditindaklanjuti dengan upaya penyelidikan, pemeriksaan-pemeriksaan, hingga dinyatakan P21 oleh JPU.

“Kami lakukan upaya pemanggilan kepada yangbersangkutan, namun demikian tidak ada datang ke Polda, akhirnya kita lakukan penjemputan terhadap yangbersangkutan,” terangnya.

You might also like